Dimana Lapangan Migas Terbesar?

22 Januari 2010 oleh ibrahimlubis

Lagi iseng lihat-lihat, dapet lapangan migas terbesar di dunia.. diurutkan sampai 24 terbesar di dunia.. dimana saja yah? ohh, rupanya sebagian besar ada di timur tangah…

hmm, Indonesia ada gak yah? ternyata tidak ada.. yah mungkin saatnya evaluasi diri, agar 60 cekungan yang ada dimanfaatkan sebaik-baiknya…


Field, Country Size estimate
1. Ghawar, Saudi Arabia 75-83 billion barrels
Saudi fields overall are in decline at 2% to 8% a year.
2. Burgan, Kuwait • in decline 66-72 billion barrels
3. Cantarell, Mexico • in decline 35 billion barrels
(often listed as a large complex of multiple smaller fields) 18 billion recoverable
4. Bolivar Coastal, Venezuela 30-32 billion barrels
5. Safaniya-Khafji, Saudi Arabia/Neutral Zone 30 billion barrels
6. Rumailia, Iraq 20 billion barrels
7. Tengiz, Kazakhstan • significant production to come 15-26 billion barrels
8. Ahwaz, Iran • in decline 17 billion barrels
9. Kirkuk, Iraq 16 billion barrels
10. Marun, Iran 16 billion barrels
11. Daqing, China • in decline 16 billion barrels
12. Gachsaran, Iran 15 billion barrels
13. Aghajari, Iran 14 billion barrels
14. Samotlor, West Siberia, Russia • in decline 14-16 billion barrels
15.Prudhoe Bay, Alaska, USA • in decline 13 billion barrels
16. Kashagan, Kazakhstan • significant production to come 13 billion barrels
17. Abqaiq, Saudi Arabia 12 billion barrels
18. Romashkino, Volga-Ural, Russia • in decline 12-14 billion barrels
19. Chicontepec, Mexico 12 billion barrels
20. Berri, Saudi Arabia 12 billion barrels
21. Zakum, Abu Dhabi, UAE 12 billion barrels
22. Manifa, Saudi Arabia 11 billion barrels
23. Faroozan-Marjan, Saudi Arabia/Iran 10 billion barrels
24. Marlim, Campos, Brazil • in decline 10-14 billion barrels

Wilayah Kerja dan Split Keuntungan CBM Indonesia

14 September 2009 oleh ibrahimlubis

CBM (coal bed methane) atau disebut juga Gas Metana Batubara (GMB) merupakan energi alternatif yang sangat potensial pada saat ini. GMB ini sedang gencar-gencarnya dikembangkan di Indonesia melalui beberapa wilayah kerja yang sangat berpotensi di Indonesia. Wilayah kerja yang dilelangkan merupakan wilayah yang dalam peta cekungan batubara memiliki formasi pembawa batubara yang baik, dan sudah terbukti memiliki batubara yang mempunyai potensi tinggi.

Untitled

GMB nantinya bisa saja berbarengan dengan penambangan batubara, hanya saja benefitnya adalah batubara dalam yang tidak bisa ditambang, akan diambil gas metananya untuk sumber energi baru. Benefit lainnya adalah dapat menggunakan infrastruktur yang sudah ada, seperti mengikuti pemboran minyak dan gas bumi, serta ikut dalam pipa-pipa yang sudah ada.

Pemerintah mengumumkan penawaran tiga wilayah kerja Gas Metana Batubara (WK GMB) melalui lelang penawaran langsung tahap satu tahun 2009. Ketiga wilayah kerja itu merupakan hasil studi bersama dua blok dan evaluasi bersama antara pemerintah dengan perusahaan yang mengusulkan.

Tiga wilayah kerja yang ditawarkan adalah Wilayah Kerja Gas Metana Batubara (GMB) Barito di Kalimantan Selatan, WK GMB Rengat di Sumatera Tengah, dan GMB Sanga-Sanga di Kalimantan Timur.

Ketentuan dan syarat yang diberlakukan terhadap ketiga WK GMB yang ditawarkan tersebut adalah FTP sebesar 10 persen, split (pemerintah:kontraktor) dengan perbandingan 55:45, seiling cost recovery 90 persen selama kontrak setelah produksi komersial.

Selain itu Ditjen Migas menawarkan satu wilayah kerja produksi melalui lelang penawaran langsung yaitu Blok Langgak, daratan Riau. Wilayah kerja produksi ini khusus ditawarkan hanya kepada Badan Usaha atau perusahaan nasional.

Produksi Migas dengan Pemerintahan Baru

15 Juli 2009 oleh ibrahimlubis

Ayooooo mari bergiat menambah produksi migas…

Kenapa saya tulis begini? karena prediksi-prediksi terbaru memberikan gambaran produksi migas kita akan terus terjun bebas, bila tidak ada penemuan baru, maka saya ingin memotifasi kepada rekan-rekan sekalian agar terus berjuang untuk menambah produksi migas kita…

5197_1115286934468_1595792693_30272999_5807254_n

Berbagai cara telah dilakukan, dari segi pemerintahan adalah dengan terus menawarkan blok-blok migas dan mempermudah cara-cara tender. Kemudian berbagai instansi juga membantu dengan menerbitkan peta prospek dan cekungan sedimen.

Hampir tiap tahun peta tersebut di update, kita bisa lihat berbagai versi telah terbit, coba buka BP Migas, Ditjen Migas, Lemigas, Universitas, serta lembaga-lembaga lain. Termasuk di tempat saya Badan Geologi, melalui pusat surveinya, telah mengeluarkan peta cekungan sedimen dengan cekungan lebih dari 100 (tepatnya 128 cekungan sedimen). Angka yang cukup fantastis, melihat selama ini kita berkutat dengan sekitar 60an cekungan.

5197_1115287854491_1595792693_30273009_251347_n

Point pentingnya adalah bagaimana kita mengeksplor cekungan-cekungan tersebut… Disaat sekarang, isu neoliberalisme sering sekali muncul, tetapi apa yang bisa kita lakukan? Sebaiknya isu-isu tersebut hendaknya sedikit diredam, karena perusahaan swasta telah banyak membantu kita (pemerintah Indonesia) untuk mengeluarkan hasil bumi kita.

Disini lah pentingnya peran pemerintah, dimana tetap yang jadi bos adalah kita! Kita lah bos dinegara sendiri… Bukan kita sekedar jadi pembantu, pembantu asing di negara sendiri!

Bagaimana caranya? yah lebih cepat lebih baik mengganti seluruh pucuk pimpinan perusahaan swasta dengan tenaga lokal. Informasi yang saya dapat, ada perusahaan migas asing yang sudah mulai ketar-ketir kebingungan jualan dan kontraknya dipersulit, ini bukan lain karena ingin melokalisasi semua pucuk pimpinan dari warga asing, menjadi warga lokal. Toh orang Indonesia sangat mampu menjadi bos di negeri sendiri…

Lihatlah negara-negara tetangga kita, sudah menjadi tuan di negeri sendiri. Saya dengar di Thailand, disana perusahaan asing boleh saja masuk dan mengambil isi perut bumi, tapi mereka mengharuskan mendidik tenaga lokal menjadi bos untuk perusahaan tersebut. Dalam jangka waktu beberapa tahun, hampir seluruh pucuk pimpinan perusahaan swasta asing di Thailand, wajib diduduki warga lokal yang telah dididik tersebut. Suatu ketegasan dan kelugasan yang belum kita miliki di Indonesia…

Suatu bukti lain adalah “PTTEP owns 44.45 percent of the Bongkot field, with Total E&P Thailand, a unit of France’s Total”. Saya pikir langkah tersebut sangat baik, pemerintah Thailand mengharuskan perusahaan swasta, untuk share dengan perusahaan migas lokal. Mungkin Pertamina yang memiliki blok-blok strategis harus melakukan seperti ini. Bukan sekedar menjual blok dengan sistem PSC yang ada seperti sekarang ini…

Semoga saja pemerintah sekarang, dengan presdien yang diLANJUTkan, mempunyai kewenangan yang akan lebih baik… Ayo tambah produksi!!!

BB yah Batubara, Apa itu?

8 Juni 2009 oleh ibrahimlubis

Kemaren sempet ditanya2, sekalian bikin presentasi untuk dasar2 geologi umum… Salah satunya mengenai batubara…

Mungkin memang sangat dasar, malah di situs2 lain juga sudah banyak… tapi ingin menambahkan dan melengkapkan saja, siapa tau berguna juga untuk yang lain…

Dengar2 malah mata kuliah batubara juga mulai dihilangkan dan ditinggalkan dari perkuliahan geologi… yah semoga saling memberikan wawasan kepada pembaca dan saya… enjoyyy…

Slide2Setelah itu, bagaimana sih cara terbentuknya? kok ada pengawetan tanaman yang tertimbun segala?

Slide3

Slide4

oohhh.. jadi begitu terjadinya, lantas bagaimana kita tau kalau batubara tersebut termasuk yang kualitas bagus atau tidak? kan ada yang lignit, bituminus, dan antrasit…

Slide5

Slide6

Slide7

Setelah kita tahu kualitasnya, trus kualifikasinya bagaimana? apa sih tujuan kualifikasi ini?

Slide8

Slide9

Wah sudah mulai cerah nih, apa malah gak ngerti? hehehe.. jadi batubara itu bisa ditemukan dimana di Indonesia?

Slide10

Slide11Wah banyak juga yah di Indonesia… setelah tau begitu, bagaimana cara ngambilnya yah? apa saja sih tahap-tahap eksplorasinya?

Slide13

Slide14

Slide15

Oke… setelah kita ambil, mau kita apakan batubara tersebut? Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor batubara dunia… selain di ekspor, batubara juga dipakai untuk kebutuhan domestik…

Slide16

Slide17

wah, berarti semakin banyak kebutuhan akan batubara yah… bisa menjadi energi masa depan juga, walaupun batubara sudah dipakai sejak dulu kala…

sekian dulu… semoga sama-sama belajar dan berguna…

Reduksi Emisi CO2 dengan Capture dan Storage

13 Mei 2009 oleh ibrahimlubis

Reduksi emisi gas karbon dioksida (CO2) ternyata banyak manfaatnya. Secara kesehatan, reduksi ini berguna menyegarkan udara yang kita hirup, membuat kita lebih bebas dan sehat menghirup udara terutama di perkotaan. Pada gambar 1, Indonesia sudah cukup meyumbang CO2 yang cukup besar kepada dunia.

Secara ekonomi, ternyata juga menguntungkan, karena pengurangan emisi gas tersebut menuntut berbagai produsen atau pabrik yang mengeluarkan CO2, memproduksi sebuah barang atau benda yang bisa menekan emisi gas tersebut. Dampak nya apa? bahwa produk tersebut ternyata meningkatkan mutu dan daya tahan barang. Mengapa demikian? karena pabrik tersebut terpaksa menggunakan teknologi baru dan ramah lingkungan, sehingga produk yang dihasilkan lebih bermutu dengan teknologi terkini.

Picture2gambar 1. Emisi CO2 dunia pada tahun 2005

Pada kendaraan bermotor yang telah berstandarisasi EURO 2, maka gas pembuangan kendaraan akan memenuhi batas CO2 yang diberikan. Hasilnya adalah pembakaran yang lebih baik, sehingga konsumsi bahan bakar kendaraan lebih irit dari sebelum EURO 2.

Emisi CO2 terbesar adalah dari sektor energi (pembangkit listrik) dan transportasi. Bila dalam sektor transportasi salah satunya dengan pembatasan gas buang, dalam sektor pembangkit listrik bisa dengan menggunakan energi alternatif. CO2 tersebut juga dapat digunakan untuk menambah produksi energi. Jadi pembatasan emisi gas buang sangatlah menguntungkan. Coba kita lihat lagi untuk sektor industri, dan sektor geologi (gambar 2).

Mengutip dari harian cetak Kompas (minggu pertama Mei 2009), terdapat sebuah perusahaan pemurnian karbon dioksida dari gas pembuangan pabrik di daerah Cilegon. Perusahaan tersebut beroperasi dengan menghasilkan karbon dioksida cair 3 ton per jam yang diambil dari CO2 PT Krakatau Steel. Menurut perusahaan tersebut, sebanyak 72 ton CO2 per hari langsung habis diserap pasar. Hasil pemurnian CO2 tersebut dipakai untuk proses pengawetan makanan, ikan, industri pengelasan, minuman ringan, hingga fumigasi. Selain dari pada itu, pemurnian CO2 juga dipakai untuk dijual dengan mekanisme pembangunan berih, dengan sertifikat pengurangan emisi per tonnya mencapai 10 euro.

Picture1

gambar 2. reduksi emisi CO2 dimanfaatkan dalam geologi.

Dalam halnya capture dan storage, skema ini dapat dipakai untuk menambah produksi minyak dan gas bumi, serta pada coal bed methane (CBM). Cara ini dipakai untuk enhanced oil recovery (EOR) yang membantu minyak dapat naik dari reservoir ke permukaan untuk di produksi (gambar 3). Dalam hal ini CO2 yang di tangkap (capture) dari berbagai tempat, seperti pabrik, di injeksikan kedalam reservoir melalui suatu lubang pemboran, kemudian pada sisi lubang pemboran lain minyak di produksi. Reservoir minyak dan gas bumi yang membentuk antiklin (depleted) juga dapat menjadi tempat yang baik untuk meyimpan CO2 ini. CO2 akan tersimpan dengan baik karena tertahan oleh batuan penutup (seal rock).

Picture20

gambar 3. beberapa metoda EOR.

Penggunaan lain adalah untuk membantu memproduksi CBM, metodanya sama seperti minyak, hanya saja kali ini pada lapisan batubara. CO2 tersebut juga dapat disimpan pada lapisan batubara yang tidak ditambang. Dalam hal ini, batubara tersebut kemungkinan memiliki kedalaman yang cukup dalam, sehingga kurang ekonomis untuk dikerjakan (gambar 2).

Penyimpanan CO2 lain adalah dengan menginjeksikannya kedalam akuifer di darat dan di laut (gambar 4).

gainen

gambar 4. skema penyimpanan CO2 pada akuifer.

Mineralisasi dengan bantuan CO2, dapat memberikan karbonisasi pada mineral yang berguna untuk kehidupan. Sebagai contoh pada gambar 5 dibawah adalah pencampuran batuan dengan CO2 menghasilkan mineral magnesit dan silika karbonat yang berguna. Produk lainnya adalah serpentinit dan dunit, seperti Ni, Co, Cr, Fe dan Mn.

Picture33

gambar 5. penggunaan CO2 pada mineral.

Pada gambar 6 dibawah ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan CO2 dalam rangka capture dan storage berguna untuk produksi migas, CBM, mineral, dan membantu mengurangi CO2 dengan menyimpannya di formasi geologi. CO2 didapatkan dari berbagai pabrik, pembangkit listrik, dan pabrik petrokimia. Nantinya CO2 ini akan menjadi siklus yang baik, dengan dimanfaatkannya lagi hasil pengolahan tersebut menjadi berbagai komoditas mineral, industri, dan membantu produksi migas.

Picture3gambar 6. skema reduksi CO2 dengan capture dan storage.

Sebenarnya dimana potensi pengembangan ini bisa diterapkan di Indonesia?

Picture4

Lagi-lagi Boros Energi!

23 April 2009 oleh ibrahimlubis

Baca kompas beberapa hari lalu (minggu ke-3 April 2009), ada artikel mengenai pemborosan energi. Lagi-lagi pemborosan energi,  YA! Kenapa??? karena Indonesia memang negara yang sangat boros akan energi. Lihat tulisan saya sebelumnya.

Akhirnya kompas memberikan artikel yang sangat menyentuh kita. Indonesia tidak begitu saja keluar dari krisis energi. Walaupun negara kita sedang bergembira dengan adanya BBM yang murah, tetapi hal ini justru memicu kenaikkan jumlah volume konsumsi BBM. Diperburuk lagi oleh adanya rangkaian pemilu 2009, yang turut menyumbang pemborosan disektor BBM.

Harga BBM subsidi saat ini sudah diatas harga keekonomiannya, hal ini dipicu oleh naiknya harga minyak mentah dunia dan terpuruknya nilai tukar rupiah kita. Hasil surplus BBM beberapa bulan lalu bukan tidak mungkin habis begitu saja oleh pembelian BBM pada saat-saat pemilu sekarang.

Mengutip dari kompas, sekitar 60 persen dari konsumsi bahan bakar minyak di Indonesia dihabiskan untuk aktivitas transportasi yang jelas-jelas tidak efisien, dimana seharusnya kereta api dan kapal laut dimanfaatkan sebagai tulang punggung transportasi yang hemat energi.

Begitu juga dengan listrik, masih juga tergantung oleh BBM. Berikut ini data yang saya dapatkan dari PLN. Dari data tersebut, terlihat bahwa dari tahun ke tahun, uang dihambur-hamburkan untuk membeli BBM. Hal ini dikarenakan PLN bergantung kepada pembangkit listrik yang digerakkan oleh sektor hidrokarbon.

picture1

picture2

Padahal, dari konsumsi BBM sekitar 1,3 juta barrel per hari, Indonesia hanya mampu memproduksi 900.000 barrel per hari. Sisanya Indonesia mengimpor dari berbagai negara. Tahun 1980-an, Indonesia pernah memproduksi 1,6 juta barrel per hari dengan konsumsi 600.000 barrel per hari. Sehingga kita bisa menjadi negara pengekspor migas. Akhirnya kini Indonesia telah memutuskan keluar dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Masyarakat di Indonesia termasuk yang terboros dalam hal pemanfaatan BBM. Perbandingan elastisitasnya 1,84. Jauh lebih boros dari Jepang dan Amerika Serikat, bahkan dibandingkan negara tetangga ASEAN. Malaysia 1,69, Thailand 1,16, Jepang hanya 0,10. Untuk meningkatkan per 1 USD GDP (produk domestik bruto), masyarakat kita butuh 1,84 kali lipat energi BBM. Memang ini tidak lepas dari negara kita yang negara berkembang, tetapi apakah haru sejauh itu borosnya???

Kalau segini borosnya ditambah lagi tidak ada enegi alternatif, maka bukan tidak mungkin bila energi kita akan habis dalam waktu dekat. Berikut ini saya tampilkan rasio cadangan dan produksi dari beberapa energi yang ada.

picture5

Murahnya energi BBM ini membuat orang-orang terlena akan nikmatnya energi fosil. Energi alternatif tidak berkembang karena tidak dapat bersaing dengan BBM bersubsidi tersebut. Bagaimana kalau diubah, energi alternatif yang di subsidi, sedangkan BBM tetap pada harga keekonomiannya. Kemudian pemerintah memberikan berbagai keringanan pada barang-barang yang menggunakan energi alternetif tersebut. Sebut saja kendaraan hybrid yang diberikan harga dan pajak lebih murah.

Langkah lain adalah menggunakan pembangkit listrik bertenaga alternatif (renewable energy). Hal ini lebih masuk akal dan mudah karena pembangkit listrik dapat bekerja pada energi fosil dan non-fosil dimana sektor transportasi lebih bergantung kepada minyak. Untuk sektor transportasi bisa diakali dengan pembebanan pada biofuel, standarisasi gas buang, dan pajak yang lebih tinggi.

Mari sama-sama berhemat dan mengembangkan energi alternatif…

Konsumsi dan Produksi Turun, Harga Minyak Stabil

16 Maret 2009 oleh ibrahimlubis

Mengikuti perkembangan harga minyak dunia saat ini sangatlah fluktuatif. Setelah harga minyak dunia turun, sempat turun sampai titik terendah sekitar US$ 30 / barel, sekarang ini kalau kita lihat, sudah cukup stabil di kisaran US$ 40-45 / barel.

Kestabilan harga ini dicapai akibat adanya kestabilan antara konsumsi dan produksi. Setelah dilaporkan konsumsi minyak di negara-negara maju turun, saat ini konsumsi minyak sedikit naik dan relatif stabil. Penurunan ini merupakan dampak dari pelemahan aktivitas ekonomi dunia. Setelah adanya suntikan dana-dana baru di beberbagai negara, ekonomi dunia sedkit terdongkrak.

Naiknya ekonomi membuat konsumsi minyak dunia telah memperlihatkan kestabilan, dimana negara-negara maju seperti Amerika dan UE telah berangsur-angsur pulih. Akibat penurunan konsumsi, minyak dunia sempat turun sangat drastis dari titik tertinggi pertengahan tahun lalu. Untuk menyesuaikan dengan konsumsi yang menurun, produksi minyak sedikit ditahan, agar stok minyak tidak melebihi kapasitas konsumsi.

OPEC sebagai negara-negara penghasil minyak dunia telah menurunkan produksinya. OPEC menurunkan produksinya sebesar 2,2 juta barel / hari pada September 2008. Pada bulan Desember 2008, OPEC kembali menurunkan produksinya. Total pemotongan produksi sejak September 2008 sampai Desember 2008 sebesar 4,2 juta barel / hari. Jumlah produksi OPEC saat ini adalah 24,85 juta barel / hari.

Akibat pemangkasan produksi dan konsumsi yang telah stabil tersebut, dapat kita lihat dampaknya berupa harga minyak yang relatif lebih stabil juga.

Bagaimana dengan Indonesia???

Pemerintah beruntung, subdisi menurun, bahkan sempat surplus, impor minyak murah. Memenuhi kebutuhan domestik sangatlah mudah. Tetapi tidak begitu saja. Harga ekspor minyak dan gas kita ikut murah. Konsumsi dunia yang turun, ikut juga berdampak dengan ekspor minyak dan gas kita.

Minyak dan gas yang kita ekspor untuk beberapa saat ini tidak terjual ke negara-negara pembeli. Akibatnya stok sedikit menumpuk. Ada baiknya memang minyak dan gas yang belum terekspor kita pakai untuk kebutuhan dalam negeri. Setidaknya kita bisa menikmati minyak dan gas kita yang memiliki kualitas bagus. Langkah pemerintah sudah baik, tinggal dilaksanakan. Ikut-ikut iklan kampanye… “Ayo LANJUTKAN”

picture-004

Potensi Coal Bed Methane (CBM) sebagai energi alternatif di Indonesia

10 Maret 2009 oleh ibrahimlubis

Coal bed methane (CBM) merupakan sumber energi yang relatif masih baru. Sumber energi ini merupakan salah satu energi alternatif yang dapat diperbaharui penggunaannya. Gas metane yang diambil dari lapisan batubara ini dapat digunakan sebagai energi untuk berbagai kebutuhan manusia. Walaupun dari energi fosil yang tidak terbaharukan, tetapi gas ini terus terproduksi bila lapisan batubara tersebut ada. Kenapa? Yuk kita bahas sedikit.

Sebagaimana kita ketahui, batubara di Indonesia cadangan dan produksinya cukup menjanjikan. Dapat kita lihat pada gambar 1, dimana Indonesia termasuk negara produsen batubara dunia.

untitled1
Gambar 1. Negara dengan cadangan dan produksi batubara terbesar di dunia.

Seiring bertambahnya kebutuhan akan energi, baik untuk listrik dan transportasi, negara-negara berkembang seperti Indonesia juga membutuhkan suatu energi alternatif yang dapat terus dikembangkan. Dapat kita lihat pada gambar 2, dimana kebutuhan akan energi untuk pembangkit listrik terus berkembang. Salah satu pembangkit listrik di dunia yang paling dominan adalah dari energi batubara.

untitled2

Gambar 2. Sumber pemakaian energi untuk konsumsi listrik di dunia.

Berdasarkan perkiraan dari sebuah institusi di Prancis, maka konsumsi energi di dunia tetap akan memakai minyak, batubara dan gas sebagai energi primer (gambar 3). Projeksi ini memberikan gambaran sebagaimana pentingnya peran energi fosil sebagai energi yang ”harus” terbarukan. Kata-kata harus disini mungkin tidak masuk akal, karena energi tersebut memang habis dipakai (tidak dapat diperbaharui). Dengan adanya teknologi, riset dan pemikiran baru, maka sebuah lapisan batubara dapat memberikan sebuah energi baru berupa gas yang dapat kita pakai.

Bentuk CBM sama halnya dengan gas alam lainnya. Dapat dimanfaatkan rumah tangga, industri kecil, hingga industri besar. CBM biasanya didapati pada tambang batu bara non-tradisional, yang posisinya di bawah tanah, di antara rekahan-rekahan batu bara.

untitled3
Gambar 3. Energi primer yang dipakai di dunia.

Untuk memproduksi CBM, lapisan batubara harus terairi dengan baik sampai pada titik dimana gas terdapat pada permukaan batubara. Gas tersebut akan teraliri melalui matriks dan pori, dan keluar melalui rekahan atau bukaan yang terdapat pada sumur (gambar 4).

Air dalam lapisan batubara didapat dari adanya proses penggambutan dan pembatubaraan, atau dari masukan (recharge) air dalam outcrops dan akuifer. Air dalam lapisan tersebut dapat mencapai 90% dari jumlah air keseluruhan. Selama proses pembatubaraan, kandungan kelembaban (moisture) berkurang, dengan rank batubara yang meningkat.

untitled4
Gambar 4. Kaitan antara lapisan batubara, air dan sumur CBM.

Gas biogenik dari lapisan batubara subbituminus akan dapat berpotensi menjadi CBM. Gas biogenik tersebut terjadi oleh adanya reduksi bakteri dari CO2, dimana hasilnya berupa methanogens, bakteri anaerobik yang keras, menggunakan H2 yang tersedia untuk mengkonversi asetat dan CO2 menjadi metane sebagai by produk dari metabolismenya. Sedangkan beberapa methanogens membuat amina, sulfida, dan methanol untuk memproduksi metane.

Aliran air, dapat memperbaharui aktivitas bakteri, sehingga gas biogenik dapat berkembang hingga tahap akhir. Pada saat penimbunan maksimum, temperatur maksimum pada lapisan batubara mencapai 40-90°C, dimana kondisi ini sangat ideal untuk pembentukan bakteri metane. Metane tersebut terbentuk setelah aliran air bawah tanah pada saat ini telah ada.

Apabila air tanah turun, tekanan pada reservoir turun, pada saat ini CBM bermigrasi menuju reservoir dari sumber lapisan batubara. Perulangan kejadian ini merupakan regenerasi dari gas biogenik. Kejadian ini dipicu oleh naiknya air tanah atau lapisan batubara yang tercuci oleh air. Hal tersebut yang memberikan indikasi bahwa CBM merupakan energi yang dapat terbaharui.

Lapisan batubara dapat menjadi batuan sumber dan reservoir, karena itu CBM diproduksi secara insitu, tersimpan melalui permukaan rekahan, mesopore, dan mikropore (gambar 5). Permukaan tersebut menarik molekul gas, sehingga tersimpan menjadi dekat. Gas tersebut tersimpan pada rekahan dan sistem pori pada batubara sampai pada saat air merubah tekanan pada reservoir. Gas kemudian keluar melalui matriks batubara dan mengalir melalui rekahan sampai pada sumur. Gas tersebut sering kali terjebak pada rekahan-rekahan.

untitled5
Gambar 5. Kaitan antara porositas mikro, meso dan makro.

CBM juga dapat bermigrasi secara vertikal dan lateral ke reservoir batupasir yang saling berhubungan. Selain itu, dapat juga melalui sesar dan rekahan. Kedalaman minimal dari CBM yang telah dijumpai 300 meter dibawah permukaan laut.

Gas terperangkap pada lapisan batubara sangat bergantung pada posisi dari ketinggian air bawah tanah. Normalnya, tinggi air berada diatas lapisan batubara, dan menahan gas di dalam lapisan. Dengan cara menurunkan tinggi air, maka tekanan dalam reservoir berkurang, sehingga dapat melepaskan CBM (gambar 6).

untitled6Gambar 6. Penampang sumur CBM.

Pada saat pertama produksi, ada fasa dimana volume air akan dikurangi (dewatering) agar gas yang dapat diproduksi dapat meningkat. Setelah fasa ini, fasa-fasa produksi stabil akan terjadi. Seiring bertambahnya waktu, peak produksi akan terjadi, saat ini merupakan saat dimana produksi CBM mencapai titik maksimal dan akan turun (decline).

Volume gas yang diproduksi akan berbanding terbalik dengan volume air. Bila volume gas yang diproduksi tinggi, maka volume air akan berkurang. Setelah peak produksi, akan terjadi fasa selanjutnya, yaitu fasa penurunan produksi (gambar 7). Seperti produksi minyak dan gas pada umumnya, fasa-fasa tersebut biasa terjadi. Namun demikian, seperti yang telah diuraikan, CBM dapat terbaharukan.

untitled7Gambar 7. Volume vs time dalam produksi CBM.

untitled8
Gambar 8. Cadangan CBM Amerika.

Cadangan Coal Bed Methane (CBM) Indonesia saat ini cukup besar, yakni 450 TCS dan tersebar dalam 11 basin. Potensi terbesar terletak di kawasan Barito, Kalimantan Timur yakni sekira 101,6 TCS, disusul oleh Kutai sekira 80,4 TCS. Bandingkan dengan gambar 8, Amerika yang memiliki cadangan batubara cukup luas dan tersebar, hanya memiliki cadangan CBM yang relatif kecil.

Berdasarkan data Bank Dunia, konsentrasi potensi terbesar terletak di Kalimantan dan Sumatera. Di Kalimantan Timur, antara lain tersebar di Kabupaten Berau dengan kandungan sekitar 8,4 TCS, Pasir/Asem (3 TCS), Tarakan (17,5 TCS), dan Kutai (80,4 TCS). Kabupaten Barito, Kalimantan Tengah (101,6 TCS). Sementara itu di Sumatera Tengah (52,5 TCS), Sumatera Selatan (183 TCS), dan Bengkulu 3,6 TCS, sisanya terletak di Jatibarang, Jawa Barat (0,8 TCS) dan Sulawesi (2 TCS).

Sebagai informasi, sumber daya terbesar sebesar 6,49 TCS ada di blok Sangatta-1 dengan operator Pertamina hulu energi methane Kalimantan A dengan basin di Kutai. Disusul Indragiri hulu dengan operator Samantaka mineral prima dengan basin Sumatera Selatan yang mempunyai sumber daya 5,50 TCS, dan sumber daya paling rendah terlatak di blok Sekayu yang dioperatori Medco SBM Sekayo dengan basin Sumatera Selatan, dengan sumber daya 1,70 TCS.

untitled9

For Sale or Rent House in CINERE, Jakarta Selatan

2 Januari 2009 oleh ibrahimlubis

Best House…

Best Location…

For Sale or Rent…

Jalan Banjar No. 646, CINERE, Jakarta Selatan… Kompleks Mega Cinere…

Luxury, Safe, Cozy, Quiet, Peace full environment…

Big House, Large Back Yard, Small Price…

Take your time to see this photo… Enjoy…

311220080113112200801231122008013

Living Room (down stair), with big door to the back yard…

3112200800331122008006

Master Bed Room (down stair), with bath room…

3112200800431122008005

Living Room (up stair)

31122008008

Kitchen, with the kitchen set…

31122008009

Service hall and Garage…

311220080101
31122008007

Back Yard, with gazebo…

3112200800231122008001

Land and House 1000 meters, Large back yard, Large garden, Large gazebo…

2 Stairs, 1 Master Bed Room with bath room, 5 Bed Rooms (2 down stairs and 3 up stairs), 2 bath rooms (down stair), 1 bath room (up stair), Dry Kitchen, Service Hall (2 bed rooms, 1 bath room, 1 storage room, wet kitchen), Garage for 2 cars… 2 phone line, All bed room with air condition, bath room with water heater…

Please Call: 0811984864, 0818657313, 021 93115128

Heboh Gempa di Bandung

10 Desember 2008 oleh ibrahimlubis

Beberapa hari yang lalu dapat telp dari tante, katanya dia dengar berita, mau ada gempa 6,9 SR di Bandung. Wah, hebat nih, tiba-tiba seisi rumah panik. Dapat berita dari mana?

Selidik punya selidik, ternyata sepertinya berita tersebut simpang siur. Cari-cari berita, ternyata suatu pernyataan, bukan peringatan. Sepertinya ada stasiun berita yang mau bikin sensasi.

Berita yang benar adalah penyelidikan sesar lembang di utara kota Bandung. LIPI bekerja sama dengan peneliti dari Jepang akan meneliti sesar tersebut yang banyak disebut-sebut sebagai sesar yang tidak aktif. Sesar ini diperkirakan bukanlah tidak aktif, tetapi sedang dalam masa tidurnya.

Sesar lembang ini cukup panjang, mempunyai satu segmen sepanjang kurang lebih 20 km, sehingga berpotensi menimbulkan gempa 6,9 SR bila salah satu segmennya bergerak. Sesar ini bila diurut-urut mempunyai sistem memanjang dari ujung genteng, sukabumi, padalarang.

Dampak dari pergerakkan sesar ini adalah gempa dengan kekuatan yang sangat besar. Kota Bandung munkin akan menjadi salah satu korbannya. Mudah-mudahan sesar lembangnya tidur terus yah, kasihan perumahan yang persis terlewati di daerah utara sana. Semoga beritanya terklarifikasi.