BB yah Batubara, Apa itu?

8 Juni 2009 by ibrahimlubis

Kemaren sempet ditanya2, sekalian bikin presentasi untuk dasar2 geologi umum… Salah satunya mengenai batubara…

Mungkin memang sangat dasar, malah di situs2 lain juga sudah banyak… tapi ingin menambahkan dan melengkapkan saja, siapa tau berguna juga untuk yang lain…

Dengar2 malah mata kuliah batubara juga mulai dihilangkan dan ditinggalkan dari perkuliahan geologi… yah semoga saling memberikan wawasan kepada pembaca dan saya… enjoyyy…

Slide2Setelah itu, bagaimana sih cara terbentuknya? kok ada pengawetan tanaman yang tertimbun segala?

Slide3

Slide4

oohhh.. jadi begitu terjadinya, lantas bagaimana kita tau kalau batubara tersebut termasuk yang kualitas bagus atau tidak? kan ada yang lignit, bituminus, dan antrasit…

Slide5

Slide6

Slide7

Setelah kita tahu kualitasnya, trus kualifikasinya bagaimana? apa sih tujuan kualifikasi ini?

Slide8

Slide9

Wah sudah mulai cerah nih, apa malah gak ngerti? hehehe.. jadi batubara itu bisa ditemukan dimana di Indonesia?

Slide10

Slide11Wah banyak juga yah di Indonesia… setelah tau begitu, bagaimana cara ngambilnya yah? apa saja sih tahap-tahap eksplorasinya?

Slide13

Slide14

Slide15

Oke… setelah kita ambil, mau kita apakan batubara tersebut? Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor batubara dunia… selain di ekspor, batubara juga dipakai untuk kebutuhan domestik…

Slide16

Slide17

wah, berarti semakin banyak kebutuhan akan batubara yah… bisa menjadi energi masa depan juga, walaupun batubara sudah dipakai sejak dulu kala…

sekian dulu… semoga sama-sama belajar dan berguna…

Reduksi Emisi CO2 dengan Capture dan Storage

13 Mei 2009 by ibrahimlubis

Reduksi emisi gas karbon dioksida (CO2) ternyata banyak manfaatnya. Secara kesehatan, reduksi ini berguna menyegarkan udara yang kita hirup, membuat kita lebih bebas dan sehat menghirup udara terutama di perkotaan. Pada gambar 1, Indonesia sudah cukup meyumbang CO2 yang cukup besar kepada dunia.

Secara ekonomi, ternyata juga menguntungkan, karena pengurangan emisi gas tersebut menuntut berbagai produsen atau pabrik yang mengeluarkan CO2, memproduksi sebuah barang atau benda yang bisa menekan emisi gas tersebut. Dampak nya apa? bahwa produk tersebut ternyata meningkatkan mutu dan daya tahan barang. Mengapa demikian? karena pabrik tersebut terpaksa menggunakan teknologi baru dan ramah lingkungan, sehingga produk yang dihasilkan lebih bermutu dengan teknologi terkini.

Picture2gambar 1. Emisi CO2 dunia pada tahun 2005

Pada kendaraan bermotor yang telah berstandarisasi EURO 2, maka gas pembuangan kendaraan akan memenuhi batas CO2 yang diberikan. Hasilnya adalah pembakaran yang lebih baik, sehingga konsumsi bahan bakar kendaraan lebih irit dari sebelum EURO 2.

Emisi CO2 terbesar adalah dari sektor energi (pembangkit listrik) dan transportasi. Bila dalam sektor transportasi salah satunya dengan pembatasan gas buang, dalam sektor pembangkit listrik bisa dengan menggunakan energi alternatif. CO2 tersebut juga dapat digunakan untuk menambah produksi energi. Jadi pembatasan emisi gas buang sangatlah menguntungkan. Coba kita lihat lagi untuk sektor industri, dan sektor geologi (gambar 2).

Mengutip dari harian cetak Kompas (minggu pertama Mei 2009), terdapat sebuah perusahaan pemurnian karbon dioksida dari gas pembuangan pabrik di daerah Cilegon. Perusahaan tersebut beroperasi dengan menghasilkan karbon dioksida cair 3 ton per jam yang diambil dari CO2 PT Krakatau Steel. Menurut perusahaan tersebut, sebanyak 72 ton CO2 per hari langsung habis diserap pasar. Hasil pemurnian CO2 tersebut dipakai untuk proses pengawetan makanan, ikan, industri pengelasan, minuman ringan, hingga fumigasi. Selain dari pada itu, pemurnian CO2 juga dipakai untuk dijual dengan mekanisme pembangunan berih, dengan sertifikat pengurangan emisi per tonnya mencapai 10 euro.

Picture1

gambar 2. reduksi emisi CO2 dimanfaatkan dalam geologi.

Dalam halnya capture dan storage, skema ini dapat dipakai untuk menambah produksi minyak dan gas bumi, serta pada coal bed methane (CBM). Cara ini dipakai untuk enhanced oil recovery (EOR) yang membantu minyak dapat naik dari reservoir ke permukaan untuk di produksi (gambar 3). Dalam hal ini CO2 yang di tangkap (capture) dari berbagai tempat, seperti pabrik, di injeksikan kedalam reservoir melalui suatu lubang pemboran, kemudian pada sisi lubang pemboran lain minyak di produksi. Reservoir minyak dan gas bumi yang membentuk antiklin (depleted) juga dapat menjadi tempat yang baik untuk meyimpan CO2 ini. CO2 akan tersimpan dengan baik karena tertahan oleh batuan penutup (seal rock).

Picture20

gambar 3. beberapa metoda EOR.

Penggunaan lain adalah untuk membantu memproduksi CBM, metodanya sama seperti minyak, hanya saja kali ini pada lapisan batubara. CO2 tersebut juga dapat disimpan pada lapisan batubara yang tidak ditambang. Dalam hal ini, batubara tersebut kemungkinan memiliki kedalaman yang cukup dalam, sehingga kurang ekonomis untuk dikerjakan (gambar 2).

Penyimpanan CO2 lain adalah dengan menginjeksikannya kedalam akuifer di darat dan di laut (gambar 4).

gainen

gambar 4. skema penyimpanan CO2 pada akuifer.

Mineralisasi dengan bantuan CO2, dapat memberikan karbonisasi pada mineral yang berguna untuk kehidupan. Sebagai contoh pada gambar 5 dibawah adalah pencampuran batuan dengan CO2 menghasilkan mineral magnesit dan silika karbonat yang berguna. Produk lainnya adalah serpentinit dan dunit, seperti Ni, Co, Cr, Fe dan Mn.

Picture33

gambar 5. penggunaan CO2 pada mineral.

Pada gambar 6 dibawah ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan CO2 dalam rangka capture dan storage berguna untuk produksi migas, CBM, mineral, dan membantu mengurangi CO2 dengan menyimpannya di formasi geologi. CO2 didapatkan dari berbagai pabrik, pembangkit listrik, dan pabrik petrokimia. Nantinya CO2 ini akan menjadi siklus yang baik, dengan dimanfaatkannya lagi hasil pengolahan tersebut menjadi berbagai komoditas mineral, industri, dan membantu produksi migas.

Picture3gambar 6. skema reduksi CO2 dengan capture dan storage.

Sebenarnya dimana potensi pengembangan ini bisa diterapkan di Indonesia?

Picture4

Lagi-lagi Boros Energi!

23 April 2009 by ibrahimlubis

Baca kompas beberapa hari lalu (minggu ke-3 April 2009), ada artikel mengenai pemborosan energi. Lagi-lagi pemborosan energi,  YA! Kenapa??? karena Indonesia memang negara yang sangat boros akan energi. Lihat tulisan saya sebelumnya.

Akhirnya kompas memberikan artikel yang sangat menyentuh kita. Indonesia tidak begitu saja keluar dari krisis energi. Walaupun negara kita sedang bergembira dengan adanya BBM yang murah, tetapi hal ini justru memicu kenaikkan jumlah volume konsumsi BBM. Diperburuk lagi oleh adanya rangkaian pemilu 2009, yang turut menyumbang pemborosan disektor BBM.

Harga BBM subsidi saat ini sudah diatas harga keekonomiannya, hal ini dipicu oleh naiknya harga minyak mentah dunia dan terpuruknya nilai tukar rupiah kita. Hasil surplus BBM beberapa bulan lalu bukan tidak mungkin habis begitu saja oleh pembelian BBM pada saat-saat pemilu sekarang.

Mengutip dari kompas, sekitar 60 persen dari konsumsi bahan bakar minyak di Indonesia dihabiskan untuk aktivitas transportasi yang jelas-jelas tidak efisien, dimana seharusnya kereta api dan kapal laut dimanfaatkan sebagai tulang punggung transportasi yang hemat energi.

Begitu juga dengan listrik, masih juga tergantung oleh BBM. Berikut ini data yang saya dapatkan dari PLN. Dari data tersebut, terlihat bahwa dari tahun ke tahun, uang dihambur-hamburkan untuk membeli BBM. Hal ini dikarenakan PLN bergantung kepada pembangkit listrik yang digerakkan oleh sektor hidrokarbon.

picture1

picture2

Padahal, dari konsumsi BBM sekitar 1,3 juta barrel per hari, Indonesia hanya mampu memproduksi 900.000 barrel per hari. Sisanya Indonesia mengimpor dari berbagai negara. Tahun 1980-an, Indonesia pernah memproduksi 1,6 juta barrel per hari dengan konsumsi 600.000 barrel per hari. Sehingga kita bisa menjadi negara pengekspor migas. Akhirnya kini Indonesia telah memutuskan keluar dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Masyarakat di Indonesia termasuk yang terboros dalam hal pemanfaatan BBM. Perbandingan elastisitasnya 1,84. Jauh lebih boros dari Jepang dan Amerika Serikat, bahkan dibandingkan negara tetangga ASEAN. Malaysia 1,69, Thailand 1,16, Jepang hanya 0,10. Untuk meningkatkan per 1 USD GDP (produk domestik bruto), masyarakat kita butuh 1,84 kali lipat energi BBM. Memang ini tidak lepas dari negara kita yang negara berkembang, tetapi apakah haru sejauh itu borosnya???

Kalau segini borosnya ditambah lagi tidak ada enegi alternatif, maka bukan tidak mungkin bila energi kita akan habis dalam waktu dekat. Berikut ini saya tampilkan rasio cadangan dan produksi dari beberapa energi yang ada.

picture5

Murahnya energi BBM ini membuat orang-orang terlena akan nikmatnya energi fosil. Energi alternatif tidak berkembang karena tidak dapat bersaing dengan BBM bersubsidi tersebut. Bagaimana kalau diubah, energi alternatif yang di subsidi, sedangkan BBM tetap pada harga keekonomiannya. Kemudian pemerintah memberikan berbagai keringanan pada barang-barang yang menggunakan energi alternetif tersebut. Sebut saja kendaraan hybrid yang diberikan harga dan pajak lebih murah.

Langkah lain adalah menggunakan pembangkit listrik bertenaga alternatif (renewable energy). Hal ini lebih masuk akal dan mudah karena pembangkit listrik dapat bekerja pada energi fosil dan non-fosil dimana sektor transportasi lebih bergantung kepada minyak. Untuk sektor transportasi bisa diakali dengan pembebanan pada biofuel, standarisasi gas buang, dan pajak yang lebih tinggi.

Mari sama-sama berhemat dan mengembangkan energi alternatif…

Konsumsi dan Produksi Turun, Harga Minyak Stabil

16 Maret 2009 by ibrahimlubis

Mengikuti perkembangan harga minyak dunia saat ini sangatlah fluktuatif. Setelah harga minyak dunia turun, sempat turun sampai titik terendah sekitar US$ 30 / barel, sekarang ini kalau kita lihat, sudah cukup stabil di kisaran US$ 40-45 / barel.

Kestabilan harga ini dicapai akibat adanya kestabilan antara konsumsi dan produksi. Setelah dilaporkan konsumsi minyak di negara-negara maju turun, saat ini konsumsi minyak sedikit naik dan relatif stabil. Penurunan ini merupakan dampak dari pelemahan aktivitas ekonomi dunia. Setelah adanya suntikan dana-dana baru di beberbagai negara, ekonomi dunia sedkit terdongkrak.

Naiknya ekonomi membuat konsumsi minyak dunia telah memperlihatkan kestabilan, dimana negara-negara maju seperti Amerika dan UE telah berangsur-angsur pulih. Akibat penurunan konsumsi, minyak dunia sempat turun sangat drastis dari titik tertinggi pertengahan tahun lalu. Untuk menyesuaikan dengan konsumsi yang menurun, produksi minyak sedikit ditahan, agar stok minyak tidak melebihi kapasitas konsumsi.

OPEC sebagai negara-negara penghasil minyak dunia telah menurunkan produksinya. OPEC menurunkan produksinya sebesar 2,2 juta barel / hari pada September 2008. Pada bulan Desember 2008, OPEC kembali menurunkan produksinya. Total pemotongan produksi sejak September 2008 sampai Desember 2008 sebesar 4,2 juta barel / hari. Jumlah produksi OPEC saat ini adalah 24,85 juta barel / hari.

Akibat pemangkasan produksi dan konsumsi yang telah stabil tersebut, dapat kita lihat dampaknya berupa harga minyak yang relatif lebih stabil juga.

Bagaimana dengan Indonesia???

Pemerintah beruntung, subdisi menurun, bahkan sempat surplus, impor minyak murah. Memenuhi kebutuhan domestik sangatlah mudah. Tetapi tidak begitu saja. Harga ekspor minyak dan gas kita ikut murah. Konsumsi dunia yang turun, ikut juga berdampak dengan ekspor minyak dan gas kita.

Minyak dan gas yang kita ekspor untuk beberapa saat ini tidak terjual ke negara-negara pembeli. Akibatnya stok sedikit menumpuk. Ada baiknya memang minyak dan gas yang belum terekspor kita pakai untuk kebutuhan dalam negeri. Setidaknya kita bisa menikmati minyak dan gas kita yang memiliki kualitas bagus. Langkah pemerintah sudah baik, tinggal dilaksanakan. Ikut-ikut iklan kampanye… “Ayo LANJUTKAN”

picture-004

Potensi Coal Bed Methane (CBM) sebagai energi alternatif di Indonesia

10 Maret 2009 by ibrahimlubis

Coal bed methane (CBM) merupakan sumber energi yang relatif masih baru. Sumber energi ini merupakan salah satu energi alternatif yang dapat diperbaharui penggunaannya. Gas metane yang diambil dari lapisan batubara ini dapat digunakan sebagai energi untuk berbagai kebutuhan manusia. Walaupun dari energi fosil yang tidak terbaharukan, tetapi gas ini terus terproduksi bila lapisan batubara tersebut ada. Kenapa? Yuk kita bahas sedikit.

Sebagaimana kita ketahui, batubara di Indonesia cadangan dan produksinya cukup menjanjikan. Dapat kita lihat pada gambar 1, dimana Indonesia termasuk negara produsen batubara dunia.

untitled1
Gambar 1. Negara dengan cadangan dan produksi batubara terbesar di dunia.

Seiring bertambahnya kebutuhan akan energi, baik untuk listrik dan transportasi, negara-negara berkembang seperti Indonesia juga membutuhkan suatu energi alternatif yang dapat terus dikembangkan. Dapat kita lihat pada gambar 2, dimana kebutuhan akan energi untuk pembangkit listrik terus berkembang. Salah satu pembangkit listrik di dunia yang paling dominan adalah dari energi batubara.

untitled2

Gambar 2. Sumber pemakaian energi untuk konsumsi listrik di dunia.

Berdasarkan perkiraan dari sebuah institusi di Prancis, maka konsumsi energi di dunia tetap akan memakai minyak, batubara dan gas sebagai energi primer (gambar 3). Projeksi ini memberikan gambaran sebagaimana pentingnya peran energi fosil sebagai energi yang ”harus” terbarukan. Kata-kata harus disini mungkin tidak masuk akal, karena energi tersebut memang habis dipakai (tidak dapat diperbaharui). Dengan adanya teknologi, riset dan pemikiran baru, maka sebuah lapisan batubara dapat memberikan sebuah energi baru berupa gas yang dapat kita pakai.

Bentuk CBM sama halnya dengan gas alam lainnya. Dapat dimanfaatkan rumah tangga, industri kecil, hingga industri besar. CBM biasanya didapati pada tambang batu bara non-tradisional, yang posisinya di bawah tanah, di antara rekahan-rekahan batu bara.

untitled3
Gambar 3. Energi primer yang dipakai di dunia.

Untuk memproduksi CBM, lapisan batubara harus terairi dengan baik sampai pada titik dimana gas terdapat pada permukaan batubara. Gas tersebut akan teraliri melalui matriks dan pori, dan keluar melalui rekahan atau bukaan yang terdapat pada sumur (gambar 4).

Air dalam lapisan batubara didapat dari adanya proses penggambutan dan pembatubaraan, atau dari masukan (recharge) air dalam outcrops dan akuifer. Air dalam lapisan tersebut dapat mencapai 90% dari jumlah air keseluruhan. Selama proses pembatubaraan, kandungan kelembaban (moisture) berkurang, dengan rank batubara yang meningkat.

untitled4
Gambar 4. Kaitan antara lapisan batubara, air dan sumur CBM.

Gas biogenik dari lapisan batubara subbituminus akan dapat berpotensi menjadi CBM. Gas biogenik tersebut terjadi oleh adanya reduksi bakteri dari CO2, dimana hasilnya berupa methanogens, bakteri anaerobik yang keras, menggunakan H2 yang tersedia untuk mengkonversi asetat dan CO2 menjadi metane sebagai by produk dari metabolismenya. Sedangkan beberapa methanogens membuat amina, sulfida, dan methanol untuk memproduksi metane.

Aliran air, dapat memperbaharui aktivitas bakteri, sehingga gas biogenik dapat berkembang hingga tahap akhir. Pada saat penimbunan maksimum, temperatur maksimum pada lapisan batubara mencapai 40-90°C, dimana kondisi ini sangat ideal untuk pembentukan bakteri metane. Metane tersebut terbentuk setelah aliran air bawah tanah pada saat ini telah ada.

Apabila air tanah turun, tekanan pada reservoir turun, pada saat ini CBM bermigrasi menuju reservoir dari sumber lapisan batubara. Perulangan kejadian ini merupakan regenerasi dari gas biogenik. Kejadian ini dipicu oleh naiknya air tanah atau lapisan batubara yang tercuci oleh air. Hal tersebut yang memberikan indikasi bahwa CBM merupakan energi yang dapat terbaharui.

Lapisan batubara dapat menjadi batuan sumber dan reservoir, karena itu CBM diproduksi secara insitu, tersimpan melalui permukaan rekahan, mesopore, dan mikropore (gambar 5). Permukaan tersebut menarik molekul gas, sehingga tersimpan menjadi dekat. Gas tersebut tersimpan pada rekahan dan sistem pori pada batubara sampai pada saat air merubah tekanan pada reservoir. Gas kemudian keluar melalui matriks batubara dan mengalir melalui rekahan sampai pada sumur. Gas tersebut sering kali terjebak pada rekahan-rekahan.

untitled5
Gambar 5. Kaitan antara porositas mikro, meso dan makro.

CBM juga dapat bermigrasi secara vertikal dan lateral ke reservoir batupasir yang saling berhubungan. Selain itu, dapat juga melalui sesar dan rekahan. Kedalaman minimal dari CBM yang telah dijumpai 300 meter dibawah permukaan laut.

Gas terperangkap pada lapisan batubara sangat bergantung pada posisi dari ketinggian air bawah tanah. Normalnya, tinggi air berada diatas lapisan batubara, dan menahan gas di dalam lapisan. Dengan cara menurunkan tinggi air, maka tekanan dalam reservoir berkurang, sehingga dapat melepaskan CBM (gambar 6).

untitled6Gambar 6. Penampang sumur CBM.

Pada saat pertama produksi, ada fasa dimana volume air akan dikurangi (dewatering) agar gas yang dapat diproduksi dapat meningkat. Setelah fasa ini, fasa-fasa produksi stabil akan terjadi. Seiring bertambahnya waktu, peak produksi akan terjadi, saat ini merupakan saat dimana produksi CBM mencapai titik maksimal dan akan turun (decline).

Volume gas yang diproduksi akan berbanding terbalik dengan volume air. Bila volume gas yang diproduksi tinggi, maka volume air akan berkurang. Setelah peak produksi, akan terjadi fasa selanjutnya, yaitu fasa penurunan produksi (gambar 7). Seperti produksi minyak dan gas pada umumnya, fasa-fasa tersebut biasa terjadi. Namun demikian, seperti yang telah diuraikan, CBM dapat terbaharukan.

untitled7Gambar 7. Volume vs time dalam produksi CBM.

untitled8
Gambar 8. Cadangan CBM Amerika.

Cadangan Coal Bed Methane (CBM) Indonesia saat ini cukup besar, yakni 450 TCS dan tersebar dalam 11 basin. Potensi terbesar terletak di kawasan Barito, Kalimantan Timur yakni sekira 101,6 TCS, disusul oleh Kutai sekira 80,4 TCS. Bandingkan dengan gambar 8, Amerika yang memiliki cadangan batubara cukup luas dan tersebar, hanya memiliki cadangan CBM yang relatif kecil.

Berdasarkan data Bank Dunia, konsentrasi potensi terbesar terletak di Kalimantan dan Sumatera. Di Kalimantan Timur, antara lain tersebar di Kabupaten Berau dengan kandungan sekitar 8,4 TCS, Pasir/Asem (3 TCS), Tarakan (17,5 TCS), dan Kutai (80,4 TCS). Kabupaten Barito, Kalimantan Tengah (101,6 TCS). Sementara itu di Sumatera Tengah (52,5 TCS), Sumatera Selatan (183 TCS), dan Bengkulu 3,6 TCS, sisanya terletak di Jatibarang, Jawa Barat (0,8 TCS) dan Sulawesi (2 TCS).

Sebagai informasi, sumber daya terbesar sebesar 6,49 TCS ada di blok Sangatta-1 dengan operator Pertamina hulu energi methane Kalimantan A dengan basin di Kutai. Disusul Indragiri hulu dengan operator Samantaka mineral prima dengan basin Sumatera Selatan yang mempunyai sumber daya 5,50 TCS, dan sumber daya paling rendah terlatak di blok Sekayu yang dioperatori Medco SBM Sekayo dengan basin Sumatera Selatan, dengan sumber daya 1,70 TCS.

untitled9

For Sale or Rent House in CINERE, Jakarta Selatan

2 Januari 2009 by ibrahimlubis

Best House…

Best Location…

For Sale or Rent…

Jalan Banjar No. 646, CINERE, Jakarta Selatan… Kompleks Mega Cinere…

Luxury, Safe, Cozy, Quiet, Peace full environment…

Big House, Large Back Yard, Small Price…

Take your time to see this photo… Enjoy…

311220080113112200801231122008013

Living Room (down stair), with big door to the back yard…

3112200800331122008006

Master Bed Room (down stair), with bath room…

3112200800431122008005

Living Room (up stair)

31122008008

Kitchen, with the kitchen set…

31122008009

Service hall and Garage…

311220080101
31122008007

Back Yard, with gazebo…

3112200800231122008001

Land and House 1000 meters, Large back yard, Large garden, Large gazebo…

2 Stairs, 1 Master Bed Room with bath room, 5 Bed Rooms (2 down stairs and 3 up stairs), 2 bath rooms (down stair), 1 bath room (up stair), Dry Kitchen, Service Hall (2 bed rooms, 1 bath room, 1 storage room, wet kitchen), Garage for 2 cars… 2 phone line, All bed room with air condition, bath room with water heater…

Please Call: 0811984864, 0818657313, 021 93115128

Heboh Gempa di Bandung

10 Desember 2008 by ibrahimlubis

Beberapa hari yang lalu dapat telp dari tante, katanya dia dengar berita, mau ada gempa 6,9 SR di Bandung. Wah, hebat nih, tiba-tiba seisi rumah panik. Dapat berita dari mana?

Selidik punya selidik, ternyata sepertinya berita tersebut simpang siur. Cari-cari berita, ternyata suatu pernyataan, bukan peringatan. Sepertinya ada stasiun berita yang mau bikin sensasi.

Berita yang benar adalah penyelidikan sesar lembang di utara kota Bandung. LIPI bekerja sama dengan peneliti dari Jepang akan meneliti sesar tersebut yang banyak disebut-sebut sebagai sesar yang tidak aktif. Sesar ini diperkirakan bukanlah tidak aktif, tetapi sedang dalam masa tidurnya.

Sesar lembang ini cukup panjang, mempunyai satu segmen sepanjang kurang lebih 20 km, sehingga berpotensi menimbulkan gempa 6,9 SR bila salah satu segmennya bergerak. Sesar ini bila diurut-urut mempunyai sistem memanjang dari ujung genteng, sukabumi, padalarang.

Dampak dari pergerakkan sesar ini adalah gempa dengan kekuatan yang sangat besar. Kota Bandung munkin akan menjadi salah satu korbannya. Mudah-mudahan sesar lembangnya tidur terus yah, kasihan perumahan yang persis terlewati di daerah utara sana. Semoga beritanya terklarifikasi.

Hemat Hepi Pake LPG, minyak tanah gimana?

10 Desember 2008 by ibrahimlubis

Membaca media massa awal desember ini, sungguh membuat saya senang, pasalnya beberapa iklan layanan masyarakat muncul disana. Dari DESDM mengeluarkan mengenai “ayo berhemat listrik” yang berisi “siapa berani memencet off”, serta “ayo beralih ke LPG!” yang berisi himbauan agar memakai LPG untuk memasak.

Memang setelah pemerintah mengkonversikan minyak tanah ke LPG, kita dapat melihat di jalan-jalan, kalau LPG 3 kg begitu populer (lihat tulisan saya sebelumnya). Pedagang, warung, kaki lima, rumah tangga, resto, cafe, sekarang banyak memakai LPG 3 kg tersebut. Sepertinya pemerintah sukses mengkonversikan dan mensosialisasikan LPG ini. Ditambah lagi, mudahnya membeli LPG 3 kg, kita bisa jumpai dimana-mana. Di SPBU sekarang ada LPG, di swalayan, toko-toko kecil, bahkan sekarang rumah tangga pun bisa menjual LPG 3 kg. Yang lebih hebat lagi, pedagang minyak tanah dorong, sekarang juga menjual LPG tersebut.

Iklan masyarakat tersebut telah mensosialisasikan keunggulan LPG. Dinamakan 4L yaituLPG hemat biaya, cepat matang, aman-mudah digunakan, dan ramah lingkungan. Kalau kita pikir-pikir, memang benar! Masakan lebih bersih, cepat matang, aman dan mudah. Isu-isu mengenai kompor yang meledak karena LPG, diperkirakan karena kesalahan pasang, atau selang dan regulator yang tidak aman.

lebih-ramah-lingkungan

Seiring waktu berjalan, saya bercengkrama dengan teman sangat dekat saya di ITB, dia menceritakan ke saya pengalaman berbicara dengan warga (daerah Cikampek) yang tidak jauh dari kesibukkan kota Jakarta.  Seorang ibu warga daerah tersebut menceritakan, sekarang ini minyak tanah sudah sulit, yang ada adalah LPG. Mungkin ibu tersebut memang sadar mahalnya minyak tanah,  serta lebih bersih dan baiknya LPG. Tetapi ibu tersebut berkata, saya ini tidak mempunyai pendidikan setinggi mbak, saya tidak setiap hari mempunyai uang, jadi saya lebih memilih minyak tanah. Dengan uang Rp 5000 saya bisa beli nyicil per liter, sesuai uang yang saya punya. Berbeda dengan LPG, saya harus beli per 3 kg dengan harga jual Rp 15000.

Wah, saya jadi perpikir, benar juga yah??? bagaimana solusinya ini??? apakah harus dijual per kg LPG nya??? Saya pikir, minyak tanah subsidi memang harus tetap ada, sejalan dengan LPG 3 kg yang ada saat ini. Minyak tanah tetap dibutuhkan masyarakat kita. Walaupun masyarakat kita telah modern memakai LPG, saya pikir minyak tanah tetap menjadi salah satu pilihan masyarakat kita. Memang subsidi dan pemanfaatannya yang harus dijaga, agar tidak terjadi salah bidik dan sasaran. Mungkin ada baiknya, warga juga yang saling menjaga subsidi tersebut. Setidaknya pemerintah dapat memikirkan hal ini, walaupun subsidi nantinya akan dihapuskan perlahan.

Jalan VS Pejabat

13 Nopember 2008 by ibrahimlubis

Setelah beberapa kali pernah membaca tulisan dari orang2 mengenai pejabat yang selalu berwenang di jalan, akhirnya saya pernah mengalaminya. Pada hari Rabu, tanggal 5 November 2008, saya mengalami sebuah kejadian yang cukup menguras perhatian saya.

Pada jam 14.30, cuaca hujan, saya mengeluarkan mobil dari garasi rumah. Mobil mundur dari garasi menuju jalan imam bonjol, jalan yang tidak pernah sepi dari kendaraan yang lalu lalang. Jalan tersebut selain jalan alternatif ke dago dan dipatiukur, juga jalan perumahan, sehingga banyak mobil2 tamu yang parkir di pinggir jalan. Mobil saya dalam posisi muka menghadap ke rumah, bukan ke jalan. Melihat kanan-kiri kosong, saya menurunkan mobil, dengan pantat mobil mengarah ke utara, dan pandangan saya ke arah selatan. Saya berniat berjalan ke arah selatan.

Pertama yang terlihat saat mobil menghadap ke selatan adalah, sebuah mobil Toyota Ist berwarna coklat. Dengan pengalaman tinggal dan mengemudi beberapa tahun di jalan imam bonjol tersebut, saya mengetahui bahwa mobil tersebut tidak mau memberikan kesempatan untuk saya berjalan ke arah selatan. Kondisi saat itu, melihat pandangan ke depan, di sebelah kiri, mobil parkir berderet dengan menyisakan suatu celah kecil. Melihat pandangan ke belakang, di sebelah kanan, mobil juga parkir berderet.

Mobil Toyota tersebut terus saja masuk ke arah utara, menghampiri mobil saya. Spontan dan refleks, saya mempersilahkan dia lewat, dengan cara memasukkan mobil saya ke celah kecil di kiri. Telah terpikir oleh saya bahwa mobil tersebut akan sangat mepet ke mobil saya. Pada saat tersebut, saya mengemudikan mobil yang cukup lebar yaitu Land Rover Defender.

Menyisakan jalan yang sempit, mobil Toyota tersebut tetap saja melaju dengan memaksakan kendaraannya. Begitu lewat setengah badan mobil, sepertinya dia mulai menggeser trotoar di sebelah kirinya, dan mulai menggeser karet foot step bagian kanan mobil saya. Pada saat itu, saya tidak merasakan gesekkan tersebut, hanya saja, dari mobil Toyota terdengar teriakkan “kena..kena..”. Saya melihat kearah jendela kanan, memang mobil sudah seperti menempel. Mobil Toyota pun diam dan tidak berani bergerak. Mobil tersebut dikendarai oleh wanita mahasiswa berumur sekitar 18-20 tahun. Saya pun spontan melepaskan gesekkan tersebut dengan cara memundurkan sedikit mobil saya ke arah utara. Hasilnya, kedua gesekkan terlepas dan kami pun sama2 bisa berjalan. Mobil Toyota ke arah utara, mobil saya ke arah selatan. Kami pun sempat diam sejenak. Saya melihat ke arah belakang, seperti tidak ada apa2, dan saya pikir memang dia yang salah, memaksakan untuk masuk, saya pun berpikir “yah sudah lah.. gak usah jadi masalah.. saya gak mau minta ganti juga..” saya melanjutkan perjalanan.

Tiba2 dia mengikuti saya, dan saya pun berhenti. Keluarlah 2 pria dan 1 wanita mahasiswa. Mereka berkata, kalau saya kabur, tidak mau mengakui kesalahan saya, dan tidak mau mengganti. Saya mengajak damai saja, tetapi mereka berkata untuk segera ke polisi. Pada saat itu, saya mau mengikuti kemauan mereka untuk ke polisi. Segera saja saya jalankan mobil saya ke kantor polisi lalu lintas di jalan jawa. Perjalanan ke polisi saat itu cukup macet dan hujan, kurang lebih perjalanan sekitar 15 menit.

Sesampainya di polisi, saya menceritakan kejadian tersebut. Tetapi polisi hanya bisa mengatakan “damai saja.. jangan dibesar2kan..” Saya pun meminta damai, tetapi dari pihak sebelah tidak mau damai. Mulai ada beberapa kecurigaan saat saya melihat sekitar, bahwa ada beberapa orang TNI datang. Tidak lama kemudian, seorang ibu datang, ternyata ibu dari wanita yang mengemudikan Toyota tersebut. Ibu tersebut meminta menceritakan kejadian, dan meminta polisi memastikan siapa yang salah. Lagi2 polisi tidak dapat menentukan siapa yang salah. Kemudian si ibu meminta polisi ke TKP dan mengurusi masalah ini sampai selesai. Ibu tersebut kemudian keluar, melihat mobilnya yang rusak.

Kecurigaan pun semakin kuat, karena polisi2 berpangkat pun mulai keluar dari kantor, menemani sang ibu. Saat ibu tersebut melihat mobilnya diluar, saya di dalam kantor polisi. Seorang TNI mulai berbicara ke saya agar segera meminta maaf dan mengganti mobil ibu tersebut. Mengapa jadi saya yang harus meminta maaf dan mengganti? Setelah itu, seorang polisi mengatakan ke saya, kalau keluarga tersebut, adalah keluarga pejabat TNI bintang satu. Kecurigaan pun terjawab!

Dengan berbaik hati, saya pun keluar, ikut melihat mobil. Dengan rendah hati, saya pun meminta maaf, dan meminta berdamai. Biarlah saya yang meminta maaf, walaupun saya tidak merasa salah. Bukankah kita lebih baik memaafkan? Tetapi apa yang dikatakan? Ibu tersebut mengatakan bahwa foot step saya dalam keadaan terbuka menonjol keluar, sehingga menabrak mobilnya. Spontan saja saya berkata “demi Tuhan, saya tidak pernah membuka foot step tersebut”. Dengan angkuh, ibu tersebut terus menuduh saya.

Pada saat tersebut, kondisinya adalah menunggu polisi bersiap ke TKP. Sang ibu tetap mengobrol dengan ajudan TNI-nya dan melihat mobilnya. Sedangkan saya bersandar di tembok, dengan dikelilingi beberapa orang ajudan. Ajudan tersebut berkata ke saya agar segera meminta maaf, segera mengaku salah, segera mengganti mobil tersebut. Saya pun hanya menjawab bahwa saya mengikuti saja apa kemauan sang ibu, dengan segera ke TKP.

Tidak lama kemudian, polisi siap ke TKP, sang ibu memerintahkan ajudannya agar menyelesaikan kejadian ini. Sang ibu pun pergi dengan mobil Toyota Harrier hitamnya meninggalkan kami. Lho? Ibu tersebut yang mau tau kejadian dan minta ke TKP, tetapi kita malah ditinggal dan menyuruh ajudannya. Oke, saya tidak mempermasalahkannya, kami pun berangkat ke TKP, yaitu depan rumah saya sendiri.

Sesampainya di TKP, polisi mulai mengukur-ukur TKP. Wanita pengemudi mobil Toyota pun ditanya2 polisi dengan detail. Wanita tersebut didampingi oleh beberapa ajudannya. Saya hanya ditanya sebagian kecil saja oleh polisi. Selesai polisi menggambar, merekam TKP, kami pun diharuskan ke kantor polisi kembali. Waktu saat itu telah menunjukkan pukul 17.00.

Sesampainya di kantor polisi, saya kembali duduk, meminta untuk damai. Tetapi tetap sang ajudan meminta ganti rugi yang telah saya perbuat atas mobil atasannya. Tiba2 saja saya mendengar kata2 mengganti sejumlah uang beberapa juta, padahal itu hanya permintaan sang ajudan. Saya pun bukan orang yang tidak mengerti mobil, saya juga mempunyai bengkel rekanan, dan saya berpikir tidak mungkin sampai berjuta-juta kalau hanya kecil seperti itu.

Polisi kemudian membuat berita acara untuk diajukan ke pengadilan. Benar saja! Polisi telah salah menggambar TKP saya, sehingga saya telah dirugikan dengan cara saya yang menabrak mobil Toyota tersebut. Saya pun bersikeras untuk segera merubah gambar TKP dan berita acara. Akhirnya, polisi mau mendengarkan saya dan membantu membuat berita acara sesuai kejadian.

Selesai pembuatan berkas2 pengadilan, saya pun kembali mengobrol dengan ajudan, meminta berdamai. Lagi2 kata2 tidak mungkin, keluar dari sang ajudan, dan tetap meminta ganti rugi berjuta2. Akhirnya tanpa jalan keluar, mereka pun meminta untuk melanjutkan perkara kecil ini ke pengadilan. Tidak ada lagi kata2 yang bisa saya ungkapkan, melihat jam sudah pukul 19.30.

Saya pun kembali ke rumah dengan surat pengadilan di tangan. Dengan koneksi yang saya punya, saya pun mencari tau, siapakah orang berbintang tersebut. Saya mempunyai beberapa identitas wanita pengemudi Toyota tersebut, berinisial N, mahasiswi fakultas hukum, Universitas Pajajaran Bandung.

Saat ini saya hanya mengikuti prosedur yang ada. Tidak ada kata2 yang saya bisa keluarkan, selain memohon doa dari Tuhan YME. Yang saya sesalkan adalah, mengapa polisi dan TNI sebagai yang berwenang, melindungi masyarakat, tidak dapat netral diantara kedua belah pihak? Mengapa begitu banyak ajudan yang keluar dari sarangnya, padahal hanya masalah sepele seperti ini? Mengapa saya disuruh oleh ajudan untuk meminta maaf, mengganti sejumlah uang untuk atasannya? Mengapa wanita anak TNI pengemudi Toyota bisa berhubungan langsung dengan ajudan TNI? Mengapa sang ibu seperti memberikan perintah ke ajudan, sehingga ajudan seperti mempunyai kekuasaan atas kejadian ini? apakah pejabat yang mempunyai jalan, mempunyai kekuasaan, mengendalikan semua ini, sehingga kita tidak dapat lagi bergerak di jalur yang biasa kita lewati? Saya tidak mengerti aturan di TNI, tetapi hal2 tersebut banyak memberikan keraguan atas kejadian ini.

Saya hanya ingin meminta maaf apabila ada yang merasa dirugikan, disalahkan atas kejadian ini. Saya mau meminta maaf atas apa yang telah terjadi. Terakhir, saya mau menghimbau, agar lebih berhati2 dijalan. Semoga hal2 seperti ini tidak terulang pada pengguna jalan yang lain. Terima kasih.

-Ibrahim Lubis-

Konversi minyak tanah ke gas

1 Nopember 2008 by ibrahimlubis

Sering jalan-jalan ke kaki-kaki lima??? sering makan atau jajan di pinggir jalan??? atau minimal pernah lihat gerobak-gerobak di tempat-tempat orang jualan makanan??? hmmm… pastinya yah… terutama mahasiswa gini… pasti cari tempat makan murah, nikmat, banyak… perhatikan gerobaknya… ada sebuah alat yang berbeda…

YA!! bila anda cermat, akhir-akhir ini, pedagang-pedagang kaki lima sudah memakai tabung gas 3 kg (warna hijau muda) sebagai pengganti minyak tanah di gerobaknya… pedagang tersebut berhasil mengkonversikan kompor minyak tanah dengan tabung gas… praktisnya lagi, tabung 3 kg tersebut cukup mungil dan ringan… sehingga tidak susah untuk di bawa-bawa…

Saya pikir, ini suatu keberhasilan yang cukup membawa arti… selain membantu pemerintah mengurangi pemakaian bahan bakar minyak, juga mengurangi subsidi di minyak tanah… Coba kita main-main ke tempat penjualan minyak tanah… beberapa sudah tidak ramai lagi, walaupun masih banyak juga orang yang tetap membeli minyak tanah untuk berbagai kebutuhan, terutama memasak…

Iklan masyarakat dari pemerintah, yang menyerukan agar segera beralih ke gas 3 kg juga membuat masyarakat berfikir kedepan… dalam iklan tersebut terdapat beberapa perhitungan… jika minyak tanah dibandingkan dengan gas 3 kg, maka hasilnya akan lebih murah memakai gas 3 kg dalam memasak… perhitungan tersebut diyakini benar adanya… pedagang pun mulai berani memakai gas 3 kg tersebut… selain lebih hemat, tabung gas 3 kg juga lebih murah, dan yang terpenting, lebih bersih dan tidak kotor…

konversi dari minyak tanah ke gas 3 kg juga telah membawa perekonomian lebih maju… bila kita jalan-jalan ke beberapa daerah di dalam lingkungan masyarakat, mereka menjual tabung gas dan isi dengan harga yang lebih terjangkau… harga gas 3 kg yang lebih terjangkau tersebut membuat masyarakat dapat menjadi penjual, sehingga memberikan ekstra kepada sebuah keluarga… tambahan ekstra tersebut dapat mendorong majunya perekonomian di suatu masyarakat…

Saya pikir, konversi ini jangan hanya di kota dan daerah-daerah tertentu saja… tapi dapat lebih di luas kan… masih banyak keluarga-keluarga yang menginginkan konversi energi tersebut… ada baiknya pemerintah bersama-sama dengan daerah, memberikan penyuluhan agar masyarakat dapat mengkonversikan kompor minyak tanahnya, menjadi kompor gas… seperti terlihat dalam foto dibawah, sebuah kompor bekas penggunaan minyak tanah yang telah di ganti menjadi kompor gas..

Gambar dibawah, memperlihatkan seorang pedagang minyak tanah keliling, yang sekarang juga menjual gas 3kg selain minyak tanah…

07112008

Semoga konversi energi ini membantu masyarakat dan pemerintah dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak yang sudah begitu tingginya… Ketergantungan yang berkepanjangan ini harus terus diminimalisasikan… semoga kita semua menyadari ini, dan segera membantu pemerintah menekan konsumsi bahan bakar minyak… no more “subsidi” for better Indonesia… hehehe…