Batubara di perbatasan Kalimantan Barat, Indonesia-Malaysia

Cantiknya negeri ini.. begitulah satu kata yang paling baik untuk mem”fantasi”kan negeri tercinta Indonesia..

Bagaimana tidak, kita lihat saja dari sabang-merauke, berjajar pulau-pulau indah, hijau, dan segar.. Setidaknya itu lah yang terlihat secara global. beberapa waktu lalu saya diberikan kesempatan untuk menikmati Indonesia sampai ke wilayah perbatasan antara provinsi Kalimantan Barat dan Malaysia. Kegiatan tersebut tidak lain untuk mencari sumber energi baru yang dapat dimanfaatkan untuk wilayah perbatasan, juga untuk mendukung ketahanan Indonesia.

Lokasi berada di Desa Jasa, Kecamatan Senaning, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Perjalanan munggunakan jalan darat kurang lebih satu hari dari Pontianak. Jalan darat yang sangat-sangat rusak, hanya dapat ditempuh oleh mobil 4×4. Ini menjadi PR besar bagi pemerintah setempat. Belum lagi disisi jalan berupa kebun kelapa sawit yang semuanya dipegang oleh orang Malaysia. Pada saat kami sedang melintasi jalan ini, terdapat mobil plat Malaysia (mungkin bos-bosnya) lagi kontrol, alangkah mudahnya coba.

Kondisi jalan ke Kecamatan Senaning yang sangat tidak layak

Sampai ke desa tersebut harus menggunakan perahu kecil. Alangkah cantiknya perjalanan menembus desa tersebut. Disekeliling kita masih lihat pohon-pohon besar yang gagah, sungai yang bersih, udara yang segar.

Perjalanan ke Desa Jasa

Batubara di perbatasan ini tidak tebal, ketebalan kurang dari 1 meter, tetapi dari kenampakan fisiknya sangat baik. Benar saja, kalori batubara mencapai 7552 kal/gram, sehingga masuk pada batubara peringkat tinggi (high rank coal). Batubara ini terletak pada Formasi Ketungau. Kemiringan lapisan relatif datar, sehingga dapat diperkirakan penyebaran lateralnya cukup baik, hal ini dibuktikan dengan penyusuran Sungai Ketungau sepanjang kurang lebih 5 km, masih terdapat batubara disisi-sisi dinding sungai atau anak-anak Sungai Ketungau kearah utara. Berdasarkan informasi terdahulu, batubara secara lateral terhampar dari Desa Riam Sejawak – Desa Jasa – Desa Waksepan / Nanga Bayan.

Kenampakan batubara di sekitar Desa Jasa

Saat ini sepertinya sudah ada KP (kuasa pertambangan) yang mempunyai daerah tersebut, tetapi belum beroperasi sedikit pun. Kemungkinan besar dikarenakan sulitnya akses, dan tidak ekonomisnya daerah ini. Sangat disayangkan memang, Desa Jasa yang pada saat tersebut belum teraliri listrik PLN (ada mikrohidro, tapi rusak, dan tidak dapat diperbaiki), semestinya dapat dibantu oleh adanya sumber daya energi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lokal.

Desa Jasa ini merupakan desa paling utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia (info dari kepala desa), maka dari itu, disinilah terdapat tugu Garuda Indonesia yang merupakan simbol negara kita. Tugu ini konon dibangun agar penduduk Indonesia dan Malaysia dapat melihat dari kejauhan bahwa “anda telah memasuki kawasan Republik Indonesia”. Lagi-lagi kondisi tugu yang baru beberapa saat diresmikan tersebut sudah terlihat rusak dibeberapa titik.

Tugu Garuda Indonesia yang merupakan tugu perbatasan Indonesia

Malam gelap, tidak ada tv, dan hal hiburan lain, termasuk telepon genggam yang tidak dapat sinyal, merupakan hal yang sudah biasa. Kesibukan malam dilakukan dengan bercanda-gurau dengan warga setempat. Berdasarkan canda-gurau dengan warga tersebut, didapati informasi bahwa kebanyakan dari mereka juga bekerja untuk Malaysia. Ada yang bekerja sebagai buruh, perkebunan kelapa sawit, dan sebagainya. Untuk bahan pokok makanan, mereka juga lebih dekat ambil ke negeri seberang. Jalan ke Malaysia berupa jalan setapak yang juga merupakan jalan menuju pos lintas batas TNI. Begitu juga dengan petugas lintas batas TNI yang bertugas disana, mereka akan lebih senang (karena dekat) berbelanja kebutuhan pokok ke Malaysia. Menurut pengakuan mereka, Malaysia jauh lebih baik, dari Indonesia. Lihatlah disamping sana sudah jalan tol yang megah, sedangkan disisi kita berupa hutan belantara yang gelap tanpa listrik. Malaysia sendiri tidak punya pos lintas batas, tetapi menurut anggota TNI yang berjaga, mereka sewaktu-waktu ada sesuatu diperbatasan, tank, helikopter, pesawat jet, dan segala kekuatan tentara mereka sudah siap mendarat diatas jalan tol tersebut.

Kembali lagi ke masalah batubara. Adanya isu bahwa pertambangan batubara mereka (Malaysia) masuk sampai ke Indonesia, inilah tantangan yang harus kita buktikan. Batubara dari tambang Silantek di Malaysia merupakan batubara dari Formasi Silantek. Batubara disana memiliki ciri yang hampir mirip, tetapi ketebalannya mencapai 2 meter atau lebih. Kemiringan lapisan batubara sama, relatif landai. Kemungkinan besar, peringkat batubara lebih tinggi dari batubara Formasi Ketungau di wilayah Indonesia. Beberapa perbedaan ini memungkinkan pengendapan atau sejarah geologi yang berbeda antara batubara di Malaysia dengan di Indonesia.

Hal lain yang membuktikan adalah perbedaan kedalaman formasi batubara itu sendiri. Batubara di tambang Silantek 1000 meter lebih dibawah puncak Pegunungan Tutoop, berbeda dengan yang di wilayah Indonesia, batubara lebih diatasnya. Sehingga apabila dikorelasikan Formasi Silantek setara dengan Formasi Kantu jauh di selatan Desa Jasa. Apa lagi kemungkinan batubara di Formasi Silantek melensa karena kemiringan yang datar dan pengendapan yang berbeda-beda. Berdasarkan peninjauan terkini (berdasarkan komunikasi dengan yang baru-baru kesana), tambang Silantek masih bersifat tambang batubara konvensional, yang memakai kereta kecil untuk mengangkut batubara, dan tidak ada tambang dalam yang dapat menembus ribuan kilometer kebawah.

Akhirnya, kembali lagi ke keyakinan diri kita, apakah kita masih bisa berjaya di negeri sendiri, atau… hmm.. silahkan direnungkan…

About these ads

18 Responses to “Batubara di perbatasan Kalimantan Barat, Indonesia-Malaysia”

  1. mela Says:

    wohooo bagus banget yaa tulisannyaa..
    terinspirasi dari kompas kemaren yaa

  2. FLOREN Says:

    Hello mas ibrahim. Perkenalkan nama saya Floren.saya mahasiswa MINE ENGINEERING UPN Yogya. Tulisannya cukup baik, cukup menambah wawasan di bidang pertambangan & geologi.
    Oh iya, klo ad berita2 ttg pertambangan & geologi dikrm ke email saya dong mas.
    Lalu,yg eksplorasi batubara masnya ato org lain mas?
    Kebetulan itu di daerah asal saya.
    Slm kenal.
    Trima Kasih
    FLOREN

    • ibrahimlubis Says:

      saling share aja ya.. saya juga bukan ahli..

      saya tidak eksplorasi lebih lanjut, karena saya sistemnya pencarian sumber energi saja..
      mungkin bisa dikembangkan tuh daerah sana, setidaknya lebih diperhatikan..

  3. FLOREN Says:

    Ok2 mas!
    Slg share aj kita.
    Smg kita dpt memajukan dunia Pertambangan,Geologi,Minyak & Gas Bumi.
    Amin.
    VIVA TAMBANG…!!!

  4. herry Says:

    Perlu saya lurusin mas, KECAMATAN KETUNGAU HULU (Betul)
    KECAMATAN SENANING (salah) Kec. Ket. HUlu ibukota kecamatan adalah Senaning.

    • ibrahimlubis Says:

      oke pak, terima kasih koreksinya… dengan ini yang benar Kecamatan Ketungau Hulu, Senaning adalah Ibukota Kecamatannya…

  5. Elia Eddy Alayzeus Says:

    hallo,..Bang Ibrahim,mau tanya sedikit informasi,apakah daerah tersebut sudah di KP? kalau belum,apakah Perusahaan kita bisa meminta ijin KP atau IPR { Ijin Pertambangan Rakyat } agar bisa nambang di dearah tersebut serta memberdayakan ekonomi warga setempat,kebutulan saya juga berasal dari Kalbar…Salam

    • ibrahimlubis Says:

      sudah ada PKP2B.. tetapi tidak aktif sepertinya.. silahkan hubungi dinas pertambangan setempat..

  6. deni Says:

    _ayo bersatu majukan indonesia. sebagai rakyat kecil tak selamanya kita bergantung pada pemerintah.

  7. tami Says:

    Mengharukan,

  8. tami Says:

    TulisanπЧª ngenaaa ΒªªηǤ³³ε† , jd merasa ada ∂ï kampung jasa, abangku skrg salah 1 dr anggota ♈ªϞƍ bertugas ∂ï pos ∂ï atas bukit itu kak, memang benar disana serba limit dan jauh dari kesan modern, sinyal saja †̥ªЌ ada, kmunikasi kita cm lewat doa, ♏a̐υ̲̣̥ mkan juga harus berjalan ke negri orang dg penyamaran, †̥ǻþi sepertinya malah bisa hidup damai tanpa sentuhan teknologi Чα kak, atau malah sebaliknyaa?? ṁǎƙɑ̈ƾǃƕ Чα kak dr tulisan dan foto itu membuat ªkυ͡ jd sadar, jd bs mnyesuaikan, ada Ɩɑ̣̇ƍɪ̣̇ ƍäª ka ulasan dan fto ttg kmpung jasa?

  9. sukardi Says:

    saya pernah tugas di senaning 9 tahun . Memang benar kata pak herri nama kecamatannya ketungau hulu, ibukota kecamatannya senaning. Untuk survei tambang batu bara tersebut sepertinya agak sering dilakukan, malahan tahun 90 an , ada survei dari desa empura (cuman dak tahu itu dari mana). Survei dah dilakukan dari dahulu , realisasinya untuk ditambang belum ada. Yang bapak katakan ada mikrohidro yg tdk berfungsi di desa jasa, kalau dak salah dibangun tahun 90 an. Kalau menengok ke negara tetangga kita iri melihat kemajuannya. Mudah2an bapak bisa membawa kemajuan di tempat survei (ketungau hulu) , demi kemakmuran rakyat setempat .

  10. Mas Budi Says:

    Bang, asyik sekali pengalamannya ……

  11. Muhammad Iqbal H Says:

    Pak Ibrahim, saya berencana ke Desa Jasa, Kec. Ketungau Hulu Kab. Sintang pada akhir bulan ini. Mohon informasi perjalanan kesana apakah hanya menggunakan darat atau ada via sungai ? Dan estimasi waktu dari Kota Sintang berapa lama ? Terima kasih
    -Iqbal-

    • ibrahimlubis Says:

      Desa Jasa dari Kota Sintang dapat dilalui dengan 2 moda transportasi. Pertama melalui sungai, kedua jalan darat. Tapi yang sudah sangat umum saat ini adalah melalui darat, menggunakan kendaraan 4×4, karena kondisi jalan yang masih tidak dapat diprediksi. Kendaraan 4×4 tersebut ada reguler dari Kota Sintang, rasanya sudah umum sehingga di Sintang sudah banyak yang menawarkan. Mengenai estimasi waktu tidak dapat diprediksi, karena tergantung rute yang diambil oleh driver dan kondisi jalan.

  12. Ryan Says:

    Pak Ibrahim, Bisa share ga driver 4×4 yang tau mengenai desa tersebut seperti kontak detailnya nomor telpon karena saya ingin berencana kesana?

    • ibrahimlubis Says:

      tergantung arahnya dari mana, kalau dari sintang, coba main ke daerah pasar, mereka biasanya nongkrong disitu cari penumpang & barang. Kalau dari arah balai karangan mereka biasanya nongkrong juga sekitar pasar / rumah makan pertigaan menuju ke senaning. Untuk nomor driver saya sudah gak simpan. Terima kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: