Jalan VS Pejabat

13 November 2008 oleh ibrahimlubis

Setelah beberapa kali pernah membaca tulisan dari orang2 mengenai pejabat yang selalu berwenang di jalan, akhirnya saya pernah mengalaminya. Pada hari Rabu, tanggal 5 November 2008, saya mengalami sebuah kejadian yang cukup menguras perhatian saya.

Pada jam 14.30, cuaca hujan, saya mengeluarkan mobil dari garasi rumah. Mobil mundur dari garasi menuju jalan imam bonjol, jalan yang tidak pernah sepi dari kendaraan yang lalu lalang. Jalan tersebut selain jalan alternatif ke dago dan dipatiukur, juga jalan perumahan, sehingga banyak mobil2 tamu yang parkir di pinggir jalan. Mobil saya dalam posisi muka menghadap ke rumah, bukan ke jalan. Melihat kanan-kiri kosong, saya menurunkan mobil, dengan pantat mobil mengarah ke utara, dan pandangan saya ke arah selatan. Saya berniat berjalan ke arah selatan.

Pertama yang terlihat saat mobil menghadap ke selatan adalah, sebuah mobil Toyota Ist berwarna coklat. Dengan pengalaman tinggal dan mengemudi beberapa tahun di jalan imam bonjol tersebut, saya mengetahui bahwa mobil tersebut tidak mau memberikan kesempatan untuk saya berjalan ke arah selatan. Kondisi saat itu, melihat pandangan ke depan, di sebelah kiri, mobil parkir berderet dengan menyisakan suatu celah kecil. Melihat pandangan ke belakang, di sebelah kanan, mobil juga parkir berderet.

Mobil Toyota tersebut terus saja masuk ke arah utara, menghampiri mobil saya. Spontan dan refleks, saya mempersilahkan dia lewat, dengan cara memasukkan mobil saya ke celah kecil di kiri. Telah terpikir oleh saya bahwa mobil tersebut akan sangat mepet ke mobil saya. Pada saat tersebut, saya mengemudikan mobil yang cukup lebar yaitu Land Rover Defender.

Menyisakan jalan yang sempit, mobil Toyota tersebut tetap saja melaju dengan memaksakan kendaraannya. Begitu lewat setengah badan mobil, sepertinya dia mulai menggeser trotoar di sebelah kirinya, dan mulai menggeser karet foot step bagian kanan mobil saya. Pada saat itu, saya tidak merasakan gesekkan tersebut, hanya saja, dari mobil Toyota terdengar teriakkan “kena..kena..”. Saya melihat kearah jendela kanan, memang mobil sudah seperti menempel. Mobil Toyota pun diam dan tidak berani bergerak. Mobil tersebut dikendarai oleh wanita mahasiswa berumur sekitar 18-20 tahun. Saya pun spontan melepaskan gesekkan tersebut dengan cara memundurkan sedikit mobil saya ke arah utara. Hasilnya, kedua gesekkan terlepas dan kami pun sama2 bisa berjalan. Mobil Toyota ke arah utara, mobil saya ke arah selatan. Kami pun sempat diam sejenak. Saya melihat ke arah belakang, seperti tidak ada apa2, dan saya pikir memang dia yang salah, memaksakan untuk masuk, saya pun berpikir “yah sudah lah.. gak usah jadi masalah.. saya gak mau minta ganti juga..” saya melanjutkan perjalanan.

Tiba2 dia mengikuti saya, dan saya pun berhenti. Keluarlah 2 pria dan 1 wanita mahasiswa. Mereka berkata, kalau saya kabur, tidak mau mengakui kesalahan saya, dan tidak mau mengganti. Saya mengajak damai saja, tetapi mereka berkata untuk segera ke polisi. Pada saat itu, saya mau mengikuti kemauan mereka untuk ke polisi. Segera saja saya jalankan mobil saya ke kantor polisi lalu lintas di jalan jawa. Perjalanan ke polisi saat itu cukup macet dan hujan, kurang lebih perjalanan sekitar 15 menit.

Sesampainya di polisi, saya menceritakan kejadian tersebut. Tetapi polisi hanya bisa mengatakan “damai saja.. jangan dibesar2kan..” Saya pun meminta damai, tetapi dari pihak sebelah tidak mau damai. Mulai ada beberapa kecurigaan saat saya melihat sekitar, bahwa ada beberapa orang TNI datang. Tidak lama kemudian, seorang ibu datang, ternyata ibu dari wanita yang mengemudikan Toyota tersebut. Ibu tersebut meminta menceritakan kejadian, dan meminta polisi memastikan siapa yang salah. Lagi2 polisi tidak dapat menentukan siapa yang salah. Kemudian si ibu meminta polisi ke TKP dan mengurusi masalah ini sampai selesai. Ibu tersebut kemudian keluar, melihat mobilnya yang rusak.

Kecurigaan pun semakin kuat, karena polisi2 berpangkat pun mulai keluar dari kantor, menemani sang ibu. Saat ibu tersebut melihat mobilnya diluar, saya di dalam kantor polisi. Seorang TNI mulai berbicara ke saya agar segera meminta maaf dan mengganti mobil ibu tersebut. Mengapa jadi saya yang harus meminta maaf dan mengganti? Setelah itu, seorang polisi mengatakan ke saya, kalau keluarga tersebut, adalah keluarga pejabat TNI bintang satu. Kecurigaan pun terjawab!

Dengan berbaik hati, saya pun keluar, ikut melihat mobil. Dengan rendah hati, saya pun meminta maaf, dan meminta berdamai. Biarlah saya yang meminta maaf, walaupun saya tidak merasa salah. Bukankah kita lebih baik memaafkan? Tetapi apa yang dikatakan? Ibu tersebut mengatakan bahwa foot step saya dalam keadaan terbuka menonjol keluar, sehingga menabrak mobilnya. Spontan saja saya berkata “demi Tuhan, saya tidak pernah membuka foot step tersebut”. Dengan angkuh, ibu tersebut terus menuduh saya.

Pada saat tersebut, kondisinya adalah menunggu polisi bersiap ke TKP. Sang ibu tetap mengobrol dengan ajudan TNI-nya dan melihat mobilnya. Sedangkan saya bersandar di tembok, dengan dikelilingi beberapa orang ajudan. Ajudan tersebut berkata ke saya agar segera meminta maaf, segera mengaku salah, segera mengganti mobil tersebut. Saya pun hanya menjawab bahwa saya mengikuti saja apa kemauan sang ibu, dengan segera ke TKP.

Tidak lama kemudian, polisi siap ke TKP, sang ibu memerintahkan ajudannya agar menyelesaikan kejadian ini. Sang ibu pun pergi dengan mobil Toyota Harrier hitamnya meninggalkan kami. Lho? Ibu tersebut yang mau tau kejadian dan minta ke TKP, tetapi kita malah ditinggal dan menyuruh ajudannya. Oke, saya tidak mempermasalahkannya, kami pun berangkat ke TKP, yaitu depan rumah saya sendiri.

Sesampainya di TKP, polisi mulai mengukur-ukur TKP. Wanita pengemudi mobil Toyota pun ditanya2 polisi dengan detail. Wanita tersebut didampingi oleh beberapa ajudannya. Saya hanya ditanya sebagian kecil saja oleh polisi. Selesai polisi menggambar, merekam TKP, kami pun diharuskan ke kantor polisi kembali. Waktu saat itu telah menunjukkan pukul 17.00.

Sesampainya di kantor polisi, saya kembali duduk, meminta untuk damai. Tetapi tetap sang ajudan meminta ganti rugi yang telah saya perbuat atas mobil atasannya. Tiba2 saja saya mendengar kata2 mengganti sejumlah uang beberapa juta, padahal itu hanya permintaan sang ajudan. Saya pun bukan orang yang tidak mengerti mobil, saya juga mempunyai bengkel rekanan, dan saya berpikir tidak mungkin sampai berjuta-juta kalau hanya kecil seperti itu.

Polisi kemudian membuat berita acara untuk diajukan ke pengadilan. Benar saja! Polisi telah salah menggambar TKP saya, sehingga saya telah dirugikan dengan cara saya yang menabrak mobil Toyota tersebut. Saya pun bersikeras untuk segera merubah gambar TKP dan berita acara. Akhirnya, polisi mau mendengarkan saya dan membantu membuat berita acara sesuai kejadian.

Selesai pembuatan berkas2 pengadilan, saya pun kembali mengobrol dengan ajudan, meminta berdamai. Lagi2 kata2 tidak mungkin, keluar dari sang ajudan, dan tetap meminta ganti rugi berjuta2. Akhirnya tanpa jalan keluar, mereka pun meminta untuk melanjutkan perkara kecil ini ke pengadilan. Tidak ada lagi kata2 yang bisa saya ungkapkan, melihat jam sudah pukul 19.30.

Saya pun kembali ke rumah dengan surat pengadilan di tangan. Dengan koneksi yang saya punya, saya pun mencari tau, siapakah orang berbintang tersebut. Saya mempunyai beberapa identitas wanita pengemudi Toyota tersebut, berinisial N, mahasiswi fakultas hukum, Universitas Pajajaran Bandung.

Saat ini saya hanya mengikuti prosedur yang ada. Tidak ada kata2 yang saya bisa keluarkan, selain memohon doa dari Tuhan YME. Yang saya sesalkan adalah, mengapa polisi dan TNI sebagai yang berwenang, melindungi masyarakat, tidak dapat netral diantara kedua belah pihak? Mengapa begitu banyak ajudan yang keluar dari sarangnya, padahal hanya masalah sepele seperti ini? Mengapa saya disuruh oleh ajudan untuk meminta maaf, mengganti sejumlah uang untuk atasannya? Mengapa wanita anak TNI pengemudi Toyota bisa berhubungan langsung dengan ajudan TNI? Mengapa sang ibu seperti memberikan perintah ke ajudan, sehingga ajudan seperti mempunyai kekuasaan atas kejadian ini? apakah pejabat yang mempunyai jalan, mempunyai kekuasaan, mengendalikan semua ini, sehingga kita tidak dapat lagi bergerak di jalur yang biasa kita lewati? Saya tidak mengerti aturan di TNI, tetapi hal2 tersebut banyak memberikan keraguan atas kejadian ini.

Saya hanya ingin meminta maaf apabila ada yang merasa dirugikan, disalahkan atas kejadian ini. Saya mau meminta maaf atas apa yang telah terjadi. Terakhir, saya mau menghimbau, agar lebih berhati2 dijalan. Semoga hal2 seperti ini tidak terulang pada pengguna jalan yang lain. Terima kasih.

-Ibrahim Lubis-

Konversi minyak tanah ke gas

1 November 2008 oleh ibrahimlubis

Sering jalan-jalan ke kaki-kaki lima??? sering makan atau jajan di pinggir jalan??? atau minimal pernah lihat gerobak-gerobak di tempat-tempat orang jualan makanan??? hmmm… pastinya yah… terutama mahasiswa gini… pasti cari tempat makan murah, nikmat, banyak… perhatikan gerobaknya… ada sebuah alat yang berbeda…

YA!! bila anda cermat, akhir-akhir ini, pedagang-pedagang kaki lima sudah memakai tabung gas 3 kg (warna hijau muda) sebagai pengganti minyak tanah di gerobaknya… pedagang tersebut berhasil mengkonversikan kompor minyak tanah dengan tabung gas… praktisnya lagi, tabung 3 kg tersebut cukup mungil dan ringan… sehingga tidak susah untuk di bawa-bawa…

Saya pikir, ini suatu keberhasilan yang cukup membawa arti… selain membantu pemerintah mengurangi pemakaian bahan bakar minyak, juga mengurangi subsidi di minyak tanah… Coba kita main-main ke tempat penjualan minyak tanah… beberapa sudah tidak ramai lagi, walaupun masih banyak juga orang yang tetap membeli minyak tanah untuk berbagai kebutuhan, terutama memasak…

Iklan masyarakat dari pemerintah, yang menyerukan agar segera beralih ke gas 3 kg juga membuat masyarakat berfikir kedepan… dalam iklan tersebut terdapat beberapa perhitungan… jika minyak tanah dibandingkan dengan gas 3 kg, maka hasilnya akan lebih murah memakai gas 3 kg dalam memasak… perhitungan tersebut diyakini benar adanya… pedagang pun mulai berani memakai gas 3 kg tersebut… selain lebih hemat, tabung gas 3 kg juga lebih murah, dan yang terpenting, lebih bersih dan tidak kotor…

konversi dari minyak tanah ke gas 3 kg juga telah membawa perekonomian lebih maju… bila kita jalan-jalan ke beberapa daerah di dalam lingkungan masyarakat, mereka menjual tabung gas dan isi dengan harga yang lebih terjangkau… harga gas 3 kg yang lebih terjangkau tersebut membuat masyarakat dapat menjadi penjual, sehingga memberikan ekstra kepada sebuah keluarga… tambahan ekstra tersebut dapat mendorong majunya perekonomian di suatu masyarakat…

Saya pikir, konversi ini jangan hanya di kota dan daerah-daerah tertentu saja… tapi dapat lebih di luas kan… masih banyak keluarga-keluarga yang menginginkan konversi energi tersebut… ada baiknya pemerintah bersama-sama dengan daerah, memberikan penyuluhan agar masyarakat dapat mengkonversikan kompor minyak tanahnya, menjadi kompor gas… seperti terlihat dalam foto dibawah, sebuah kompor bekas penggunaan minyak tanah yang telah di ganti menjadi kompor gas..

Gambar dibawah, memperlihatkan seorang pedagang minyak tanah keliling, yang sekarang juga menjual gas 3kg selain minyak tanah…

07112008

Semoga konversi energi ini membantu masyarakat dan pemerintah dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak yang sudah begitu tingginya… Ketergantungan yang berkepanjangan ini harus terus diminimalisasikan… semoga kita semua menyadari ini, dan segera membantu pemerintah menekan konsumsi bahan bakar minyak… no more “subsidi” for better Indonesia… hehehe…

Keluar dari OPEC, minyak sempat turun kurang dari US$100

10 September 2008 oleh ibrahimlubis

Indonesia akhirnya resmi keluar dari OPEC (organisasi negara pengekspor minyak) setelah dikabulkan saat sidang OPEC di Wina.. Mengutip dari AFP, Rabu (10/9/2008) “OPEC dengan berat hati mengabulkan keinginan Indonesia untuk menghentikan sementara keanggotaan penuh di organisasi ini”..

Keluarnya Indonesia dikarenakan minyak di Indonesia sudah tidak lagi di ekspor.. Indonesia telah menjadi importir minyak.. Impor ini dikarenakan kebutuhan dalam negeri Indonesia yang tidak lagi dapat terpenuhi.. Saat ini Indonesia memproduksi minyak sebesar kurang lebih 950.000 barel per hari, sedangkan konsumsi Indonesia sebesar kurang lebih 1.300.000 barel per hari..

Terus turunnya produksi minyak dalam negeri dikarenakan lapangan-lapangan produksi minyak bumi di Indonesia yang sudah tua (mature field).. Minimnya eksplorasi, minimnya lapangan baru, dan sedikitnya giant oil filed di Indonesia, sehingga sedikit minyak yang dapat diambil dari dalam bumi kita.. IAGI (ikatan ahli geologi Indonesia) beberapa waktu lalu memberikan peta cekungan terbaru.. Hal ini berkaitan dengan upaya menaikkan eksplorasi migas di Indonesia.. Berkembangnya cekungan di Indonesia bukan lain karena semakin potensialnya migas di Indonesia..

Pada saat yang bersamaan, harga minyak mentah sempat turun sampai kurang dari US$ 100.. Selasa (9/9/2008) di London, minyak jenis Brent untuk pertama kalinya merosot hingga US$ 99,04 per barel.. Harga minyak menembus level tertingginya di US$ 147 per barel pada 11 Juni lalu, namun selanjutnya turun karena berbagai faktor seperti apresiasi dolar AS..

Penurunan harga ini diperkirakan karena lemahnya perekonomian diberbagai negara di dunia.. Penurunan konsumsi di berbagai negara juga memicu terjadinya oversupply minyak bumi.. Negara-negara OPEC menginginkan penurunan produksi sebesar 520.000 barel per hari.. Penurunan ini menjadi kontroversi karena negara-negara Arab menginginkan harga pasar minyak dunia tetap diatas US$ 100 per barel, sedangkan beberapa negara menginginkan dibawah US$100..

Bagaimana dengan Indonesia?? Saya kira semakin rendahnya harga minyak bumi, semakin menguntungkan pemerintah Indonesia, karena beban subsidi yang berkurang.. Rasanya harga US$ 100 per barel sudah cukup untuk Indonesia.. Selain tidak terlalu membebani pemerintah, eksplorasi dan produksi minyak di Indonesia tetap dapat berjalan sedemikin rupa.. Jadi tidak ada yang merasa dirugikan dengan harga tersebut.. Tinggal bagaimana kita menurunkan konsumsi energi tidak terbarukan ini..

BMW E30 (jamannya retro???)

7 September 2008 oleh ibrahimlubis

kita lihat-lihat di jalan, di majalah, di tv, bahkan beberapa waktu lalu ada pameran mobil classic, sepertinya lagi jamannya mobil-mobil classic dan retro… beberapa sangat mulus, bahkan lebih mulus dari mobil-mobil baru yang beredar dijalan…

kemarin, berkedok buka puasa bareng, saya nemuin temen (wisnu -alumni GL-ITB 2005-) dengan mobil retronya… apakah mobilnya??? BMW E30 325i 4pintu, matic… widihhh!!! dapet dari mana nih??? asik banget tuh…

liat-liat info tentang BMW E30, mengutip dari wikipedia, “The E30 automobile platform was the basis for the 1981 through 1991 BMW 3 Series entry-level luxury car / compact executive car“. Mobil ini masuk ke Indonesia kurang lebih juga sampai tahun 1990an awal.. tetapi kalau tidak salah, yang masuk adalah 318i manual, 4 pintu.. lebih dikenal dengan mesin M40 nya..

berikut ini perbandingan mesin 318i vs 325i punya temen saya..

1982-1987 318i – 1.8 L M10B18 I4, 105 hp (77 kW)

1987-1993 318i – 1.8 L M40B18 I4, 115 hp (85 kW)

1985-1991 325i – 2.5 L M20B25 I6, 170 hp (125 kW)

sepertinya cukup mengasikkan mesinnya.. “The German version of the M20B25 produced 170 hp with a catalytic converter and 171 without. It featured “885″ head with larger ports and valves, 84 mm (3.3 in) bore, and 75 mm (3 in) stroke. Most significantly it had redesigned pistons and combustion chambers for better power, more resistance to detonation and higher thermodynamic efficiency. It was equipped with Bosch Motronic 1.1/1.3 Adaptive fuel injection”.

wah.. makin membayangkan.. kalau dapet yang 2 pintu, makin mengasikkan lagi nih.. kayak foto diatas.. cuma lagi-lagi yang terbayang adalah, spare part yang selangit harganya.. saya sedikit cape sama pengalaman BMW.. pernah punya E36, E46, E38, selalu saja masalah ketahanan dan elektrik, sepertinya tidak cocok dengan iklim tropis Indonesia.. hmm, mungkin bisa tanya salah satu teman saya yang hampir membangun dari nol E39 nya (Pak Adinoto -dikenal juga macnoto-)..

pada akhirnya cukup membandingkan mobil saya dengan mobil teman saya saja deh.. keliatan cuma setengah dari tinggi mobil saya.. hehehe..

Landy Final 22-08-2008

24 Agustus 2008 oleh ibrahimlubis

Ini dia yang ditunggu-tunggu.. akhirnya setelah penantian panjang.. selesai juga mobil saya dari bengkel.. kurang lebih hampir 2.5 bulan di bengkel spesialis land rover.. bengkel tersebut profile nya dapat dilihat di tabloid otomotif minggu ini (20 Agustus 2008).. sesuai judul di tabloid tersebut, “dari pickup ke wagon”, ini lah transformasi mobil saya..

tampak depan yang berubah hampir tidak ada, cuma penambahan tulisan “land rover” di depan kap mesin, seperti land rover defender 2008.. ada sedikit penambahan roll cage hingga belakang, plus modifikasi roof rack, dan penambahan lampu hella halogen 4 buah di roof rack..

tampak belakang berubah banyak, sekarang jadi full body (wagon).. penggantian berupa atap full cabin, kaca belakang, pintu belakang, panel-panel body belakang, mirip dengan defender 2008.. dudukan ban serep sedikit di modifikasi.. plus working lamp yang tadinya disamping, pindah ke belakang..

interior belakang sekarang punya dua buah bangku hadap depan yang dapat dilipat bila tidak terpakai, cabin lebih luas dan lega karena sekat pembatas antara depan dan belakang dibuang, diganti dengan roll bar penahan.. akibat dari ini jok depan dapat reclining.. ide-ide ini diambil dari land rover defender 2008..

Pada kesempatan ini saya ingin berterima kasih kepada:

  1. Kedua orang tua, yang telah memberikan support
  2. Pak Athiam dan crew, bengkel spesialis land rover di Jakarta
  3. Kang Iwan dan crew, bengkel spesialis land rover di Bandung
  4. Teman-teman land rover, dll yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu..

Selamat menikmati mobil baru.. kalau ada kekurangan, kasih tau yah, biar bisa tambah-tambahin lagi…

Candi di Indonesia?

27 Juli 2008 oleh ibrahimlubis

Belajar geologi sejarah dengan berjalan-jalan sepertinya lebih menyenangkan dari pada cuma lihat-lihat teori dari dosen-dosen.. Berikut ceritanya.. Beberapa bulan yang lalu, saya dengan tidak sengaja, jalan-jalan ke beberapa candi di Jawa Tengah.. Sudah lama sekali rasanya tidak kesana.. Pas musim liburan juga, dimana penuh sesak orang.. Terakhir jalan-jalan, mungkin masih SMA, belum mengerti apa-apa..

Setelah melihat-lihat, muncul berbagai ide yang terbesit dalam pikiran saya.. Mengapa candi-candi tersebut dapat berdiri disana? Bagaimana batuannya? Bagaiman kekuatan batuannya? Bagaimana sejarah peradabannya?

Saya pun mengingat perkataan dosen saya sewaktu mengambil kuliah, ada seorang Prof yang mengajar saya di geologi bertanya ke kami (mahasiswa), “mengapa candi-candi di Indonesia, terdiri dari batuan berwarna hitam, yang notabene merupakan produk vulkanik?”

Kami hanya terdiam, merenung, “oh iya yah.. kenapa?” mungkin muncul pikiran, bahwa Indonesia merupakan jalur pegunungan “ring of fire”, dimana gunung-gunung api aktif dan pasif berada di sepanjang pulau.. Kemudian dosen pun berkata, bahwa memang di Indonesia, batuannya lebih mengarah ke vulkanik, tetapi intinya, jauh sebelum adanya ilmu geologi, masyarakat di Indonesia sudah dapat memilih dengan baik, bahan-bahan batuan apa yangdapat dipakai, kuat, tidak mudah runtuh, dsbnya..

Kalau kita bandingkan dengan peninggalan sejarah di eropa, timur tengah, maka disana batuan berwarna kekuningan, alias sedimen, lebih banyak dipakai.. mungkin pertimbangan bahwa disana batuan tersebut cukup keras, dan tidak terlalu banyak sumber vulkanik yang dapat dipakai..

Sedih memang melihat candi-candi yang ada tersebut.. Saya pikir kurang sekali pemeliharaan.. Padahal, situs-situs sejarah tersebut sangat indah untuk di kunjungi.. Mungkin seorang geolog bisa membantu memberikan penjelasan yang lebih detail, atau teman-teman geolog lain punya ide???

Gambar diatas merupakan candi Sukuh.. Bentuk bangunan candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru. Struktur ini juga mengingatkan para pengunjung akan bentuk-bentuk piramida di Mesir.

Gambar diatas merupakan salah satu relief pada candi Sukuh.. Terdapat tulisan sangsekerta di bagian kiri atas, yang merupakan cerita dari relief tersebut.. Batuannya agak berwarna kemerahan, karena kandungan batuannya cenderung ke arah andesitik..

pada bangunan candi, tanahnya seperti gambar diatas.. Sepertinya pelapukan yang cukup kuat.. Ditambah kekeringan di daerah sekitarnya.. apakah bisa berdampak pada kekuatan bangunan candi tersebut?

hmm.. mungkin masih banyak yang bisa di pelajari.. masih banyak pembahasan yg kurang.. kalau ada yg mau tambahin, silahkan, monggo saja..

Penurunan Harga Minyak Dunia

26 Juli 2008 oleh ibrahimlubis

Menarik diikuti perkembangan harga minyak dunia saat ini.. Setalah bertubi-tubi naik hampir ratusan persen, seminggu ini, harga minyak dunia turun cukup drastis..

Saya kutip dari salah satu media, “Pada perdagangan Jumat (25/7/2008) di New York, minyak jenis light kembali turun 1,55 dolar ke level US$ 123,94 per barel. Harga sempat menyentuh US$ 122,50 per barel, yang merupakan terendah sejak 5 Juni. Sementara minyak jenis Brent turun hingga 1,47 dolar ke level US$ 124,97 per barel”.

Hal ini sangat mengejutkan, dimana tadinya ekonomi negara-negara dunia anjlok karena tingginya harga minyak dunia, tetapi saat ini ekonomi mulai stabil dikarenakan harga minyak dunia yang terus turun.. Kecendrungan yang ada adalah bahwa musim panas membutuhkan energi lebih, sehingga biasanya harga minayk dunia akan naik..

Penurunan ini tidak lain karena semakin sadarnya orang akan mahalnya harga minyak bumi.. Penurunan konsumsi akan minyak dunia merupakan pemicu turunnya harga minyak bumi.. Amerika Serikat sebagai negara terboros konsumsi minyak bumi, telah dapat menurunkan konsumsinya hampir 300.000 barel per hari. Berbagai negara di eropa juga mulai membatasi pemakaian BBM untuk negaranya.. Mahalnya harga minyak bumi, menuntut manusia untuk berpikir jernih, berpikir lebih maju, dan berpikir dewasa akan pentingnya minyak bumi di masa mendatang.. Mereka mencoba mengurangi konsumsi agar tidak tertekan harga minyak bumi yang mahal, dan segera beralih ke energi baru yang lebih ekonomis..

Kenaikkan produksi minyak bumi negara-negara OPEC juga memberikan titik cerah, dimana mereka dapat memenuhi tuntutan akan tingginya permintaan akan minyak bumi.. Beberapa lapangan produksi minyak bumi terus berkembang, dan terdapatnya sumber-sumber baru ekonomis, sehingga turut menurunkan harga minyak bumi.. Hal-hal tersebut diatas yang dapat memberikan perbaikan untuk harga minyak dunia.. Dengan harga minyak dunia yang turun dan relatif stabil, maka perekonomian di negara-negara akan membaik..

Bagaimana dengan Indonesia???

Saya kira tidak demikian.. Mengapa? karena kita dapat lihat, bahwa kota-kota besar semakin semeraut. Kemacetan, pemborosan energi, polusi, pemadaman listrik, ekonomi yang tidak menentu, membuat negara kita semakin boros akan energi.. Kita lihat saja dijalan, semakin banyak kendaraan bermotor, kendaraan pribadi terutama.. Kemacetan berjam-jam, berkilo-kilo meter.. Polusi udara yang semakin menjadi.. Serta krisis energi listrik.. Merupakan contoh-contoh pemborosan energi..

Sekiranya pemerintah dapat lebih berperan aktif dalam memerangi pemborosan energi ini.. Seperti menggalakkan transportasi umum.. Menaikkan harga BBM ke harga jual pasar, sehingga orang sadar akan pentingnya BBM.. Memberikan pajak kendaraan bermotor berdasarkan gas buangnya.. Memberikan harga lebih tinggi ke pemakai listrik, dan masih banyak lagi..

diatas merupakan kemacetan yang terjadi di jalan-jalan Jakarta, di sebalah kanan, merupakan rambu-rambu bengkel uji emisi. Sekiranya uji emisi lebih dapat digalakkan untuk memberikan pajak yang sesuai dengan gas emisi masing-masing kendaraan. Dengan membaiknya emisi kendaraan, sehingga kendaraan yang tidak lulus uji emisi, tidak dapat memperpanjang pajak kendaraannya. Membaiknya emisi kendaraan, membuat kendaraan boros BBM akan berkurang. Nantinya, kita dapat mencontoh negara-negara eropa, dimana tekanan gas emisi kendaraan akan mengurangi konmsumsi BBM negaranya..

Biofuel vs Bahan Pangan

17 Juli 2008 oleh ibrahimlubis

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah membaca di surat kabar, bahwa biodiesel mendapat kecaman dari beberapa pihak di eropa, karena diperkirakan membuat hutan dunia gundul (berkurang). Aktifitas ini dikarena ramainya kegiatan pengambilan sawit dan produk agriculture lain untuk kepentingan pembuatan energi alternatif biofuel. Hal ini sangat bertolak belakang dengan orang-orang yang bergerak di bidang energi, karena dapat menghambat perkembangan dunia energi terutama untuk energi alternatif.

Pemanfaatan biodiesel juga memberikan dampak, bahwa harga minyak sayur (agriculture) terjadi lonjakkan karena kebutuhan yang meningkat. Sesuai dengan prinsip dalam ekonomi, dimana permintaan naik, tetapi penawaran tetap, sehingga harga minyak sayur (agriculture) terikut dampak kenaikan harga.

source: Total Professor Associate

Saat ini, harga minyak sayur (agriculture) mencapai Rp 10000-15000 per liter (info yang saya dapat dari surat kabar) berbanding dengan harga solar subsidi Rp 5500 per liter. Beberapa waktu yang lalu informasi ini saya dapatkan dari surat kabar, bahwa Pertamina sudah tidak dapat mengembangkan dan memakai kadar minyak sayur (agriculture) karena harga per liter minyak sayur (agriculture) tidak dapat menutupi harga produksi dan harga jual solar subsidi. Saat pertama kali biodiesel diperkenalkan di Indonesia, kadar bio mencapai 5%, sisanya 95% adalah solar murni. Kemudian Pertamina menurunkan kadar bio dalam biodiesel menjadi 2.5% karena harga minyak sayur (agriculture) naik. Beberapa saat yang lalu, Pertamina kembali menurunkan kadar bio menjadi hanya 1% dalam produk biodiesel. Hal ini dikarenakan tidak tertutupnya biaya produksi biodiesel dan Pertamina tidak dapat membayar harga minyak sayur (agriculture) yang mencapai Rp 10000-15000 per liternya. Semua ini karena masih disubsidinya harga solar di Indonesia, sehingga tidak bisa berkompetisi dengan energi alternatif.

source: Total Professor Associate

Mahalnya pembuatan biodiesel mencapai 120 dollar AS / barel (info gambar diatas) membuat Indonesia tidak dapat berkompetisi dalam harga jual kembali. Dilain pihak, biodiesel akan terus berkembang, terlihat oleh adanya kenaikkan pemakaian dari tahun 2000 hingga 2005 sebesar 295% (info gambar diatas). Meskipun terjadi konflik dalam pemakaian karena dipakai sebagai BBM dan makanan sehingga ikut menaikkan harga minyak sayur (agriculture) karena demand yang semakin meningkat, akan tetapi biodiesel akan tetap menjadi salah satu sumber energi alternatif. Di Indonesia, agar dapat bersaing dengan energi lain, maka pemerintah perlu menaikkan harga BBM, agar biodiesel dapat tertutupi biaya produksinya sehingga % bio dalam biodiesel dapat dinaikkan.

Fwd: Jika harga minyak naik terus (joke)

17 Juli 2008 oleh ibrahimlubis

Beberapa hari yang lalu, saya dapat forward email dari beberapa mailing list, saya lihat-lihat, lucu juga nih.. bisa jadi inspirasi untuk mencari energi alternatif… atau hanya sekedar membantu kita untuk mengingat “saatnya menghemat energi”… bahkan sekedar untuk joke di pagi hari ini… hehehe…

berikut ini saya forward kembali ke blog saya, maaf bila sudah pernah di posting, saya hanya mencoba menyegarkan kembali pikiran…

Setelah dipaksa ngirit listrik, BBM terus dinaikin, lama-lama kita jadi begini nih:


Jika harga minyak terus naik


Maka, Garuda adalah dalam arti sebenarnya

bagus juga nih, agar mengingatkan para pemakai jasa penerbangan, harga BBM nya melambung tinggi, sudah sewajarnya harga tiket naik… jangan mau naik maskapai murah terus donk… bantu juga sukseskan penerbangan kita dari berbagai banned…
[]

Yang suka gaya pake Hummer,

bener-bener pake tenaga kuda

kalau ini saya setuju banget… mobil-mobil boros, ber-cc besar, harus sudah dihentikan… saya pikir langkah General Motor menghentikan produksi Hummer adalah tepat disaat sekarang ini… Tapi bagi yang “mampu”, yah gak usah takut, silahkan saja dipakai mobil-mobil tersebut…
[]

mobil supply energy

kalau ini lebih tepatnya untuk menggalakkan energi alternatif… sepertinya kendaraan memakai batere, sudah selayaknya berkembang… harga BBM yang melambung tinggi, membuat kita berfikir untuk menciptakan energi alternatif… setidaknya mobil hybrid yang telah masuk, atau akan masuk ke Indonesia, dibantu agar harga jualnya kompetitif… sehingga masyarakat terpacu akan mobil-mobil masa depan tersebut…
[]

Tenaga angin, boleh juga


[]

Lupakan F1 dan balapan lain…

[]
Saking streessssss nya

harga BBM naik…
[]

MARI BAPAK-IBU PEJABAT / PENGUSAHA TERKAIT ;

KITA BERUSAHA SEMAMPU KITA SUPAYA

TIDAK SAMPAI BEGINI……

mudah-mudahan, gambar-gambar tersebut, bukan hanya untuk pengusaha dan pejabat saja seperti yang saya dapat dari forward temen-teman mailing list… tetapi untuk kita semua… perlu diingat bahwa energi akan habis bila kita tidak berupaya untuk menghemat dan memperbaharuinya…

semoga seluruh lapisan masyarakat, warga, tua-muda, pejabat, pengusaha, mahasiswa, sadar akan pentingnya energi… ayo kita berhemat!!! jangan biarkan listrik padam dan BBM habis…

Produksi vs Konsumsi Indonesia dengan Negara lain

10 Juli 2008 oleh ibrahimlubis

Cape juga tiap kali kita baca di internet, media cetak, buku, dll mengenai harga minyak bumi yang terus-menerus semakin melejit.. Saya coba ambil dari sudut pandang lain, berupa konsumsi negara Indonesia, di bandingkan dengan negara lain.. apakah Indonesia termasuk boros? atau termasuk hemat? atau cukup baik-baik saja, dan memang krisis energi sudah waktunya???

Dahulu Indonesia merupakan bagian dari negara OPEC (gabungan negara penghasil minyak bumi di dunia) dimana Indonesia berperan sebagai pengekspor minyak bumi ke negara-negara lain. Produksi minyak bumi di Indonesia sempat mencapai 1.5 juta barel pada pertengahan tahun 90an. Pada saat itu konsumsi minyak bumi di Indonesia hanyalah 800 ribu barel. Terlihat bahwa Indonesia masih menyimpan banyak sisa minyak bumi, sehingga masih terdapat ekspor minyak bumi Indonesia yang sangat menguntungkan.

Gambar 1. Kurva produksi dan konsumsi minyak bumi di Indonesia telah bertemu.

Seiring tumbuhnya konsumsi minyak bumi di Indonesia, dengan rata-rata kenaikan konsumsi 3.2 % / tahun (perhitungan saya) dari tahun 1975 sampai 2002, maka konsumsi minyak bumi ini sudah tidak dapat dipenuhi oleh produksi minyak bumi Indonesia. Pada tahun 2004, Indonesia telah menjadi negara yang mengimpor minyak bumi untuk kebutuhan dalam negeri. Pada kurva tersebut terlihat bahwa garis produksi dan konsumsi telah bertemu, sehingga jumlah produksi yang terus menurun, tidak dapat lagi memenuhi permintaan konsumsi yang terus naik (gambar 1). Produksi minyak bumi akan terus menurun, karena fakta bahwa minyak bumi menjadi suatu yang langka setelah adanya peak oil, memang benar terjadi. Kita lihat pada gambar 2, dimana kurva produksi minyak bumi di Indonesia terus menurun. Dari tahun 1994-1998 dengan produksi masih diatas 1.5 juta barel, menurun tajam pada tahun berikutnya, sehingga pada tahun 2005 sudah menjadi 1 juta barel saja. Pada tahun 2007, produksi minyak bumi di Indonesia hanya 950 ribu barel.

Gambar 2. Kurva produksi minyak bumi di Indonesia yang terus menurun dari tahun ke tahun.

Pada tabel 1, kita dapat melihat produksi minyak bumi beberapa Negara, dimana Indonesia diperkirakan peak pada tahun 1996, pada saat itu produksi minyak bumi di Indonesia sampai 1.55 juta barel. Setelah tahun tersebut, produksi minyak bumi di Indonesia tidak pernah mencapai angka tersebut lagi, terlihat bahwa pada 2006 produksi minyak bumi di Indonesia hanya mencapai 1.02 juta barel. Diperhitungkan bahwa angka penurunan produksi minyak bumi di Indonesia semenjak peak sebesar 0.53. Produksi minyak bumi kita cukup besar dibandingkan negara lain kecuali Amerika, Inggris, Norwegia dan Meksiko. Peak oil kita juga cukup cepat dibandingkan negara-negara tersebut, begitu juga dengan angka penurunan produksi. Kemungkinan hal ini dikarenakan tidak adanya penemuan baru di Indonesia, sehingga produksi minyak bumi hanya mengandalkan sumur-sumur lama yang diperbaiki cara produksinya. Alangkah baiknya apabila eksplorasi kembali diperbaiki, membuka wilayah baru, dan menggeser arah menuju Indonesia bagian timur.

Tabel 1. Produksi minyak bumi pada saat peak, tahun peak dan produksi tahun 2006 beberapa negara.

Pada gambar 3, kita dapat melihat produksi minyak bumi di Indonesia dibandingkan negara penghasil minyak bumi yang lain yang tergabung dalam OPEC. Indonesia telah menjadi bagian dari negara-negara tersebut. Pada gambar tersebut diberitakan bahwa produksi minyak bumi di Indonesia pada tahun 2006 hanya 0.9 juta barel. Indonesia termasuk yang kedua dari bawah dalam hal besarnya produksi minyak bumi.

Pada tabel 2, kita dapat melihat konsumsi minyak bumi negara-negara pada tahun 2003. Indonesia cukup mengejutkan mempunyai konsumsi minyak bumi sebesar 1.155 juta barel. Bila kita bandingkan dengan tabel 1 atau gambar 3, berarti produksi dan konsumsi sudah tidak imbang. Negara kita mempunyai konsumsi yang lebih besar dari produksinya. Berarti semakin benar adanya peak oil dan net importer di Indonesia. Bila kita bandingkan dengan negara lain, Indonesia adalah negara yang cukup boros. Bila kita bandingkan, konsumsi minyak bumi di Indonesia mendekati negara-negara yang sangat kaya minyak. Konsumsi 2003 (tabel 2) di Indonesia 1.155 juta barel berbanding dengan Saudi Arabia 1.514 juta barel, Iran 1.425 juta barel, dan Inggris 1.722 juta barel. Dari angka-angka tersebut, seakan-akan produksi minyak bumi di Indonesia menyaingi negara-negara kaya minyak tersebut. Padahal produksi 2006 (gambar 3) di Indonesia hanya mencapai 0.9 juta barel berbanding dengan Arab Saudi 9.2 juta barel dan Iran 3.8 juta barel.

Bila kita bandingkan lagi dengan negara-negara berkembang seperti negara tetangga kita Malaysia, yang juga berproduksi dan punya konsumsi yang berkembang, mereka masih bisa menyimpan hasil produksi minyak buminya. Hal ini dapat kita lihat dari tabel 1, dimana produksi minyak bumi di Malaysia pada tahun 2006 mencapai 0.68 juta barel, sedangkan konsumsi minyak bumi di Malaysia mencapai 0.51 juta barel (tabel 2).

Gambar 3. Produksi minyak bumi tahun 2006 negara-negara OPEC.

Dalam hal ini, negara kita sangat terlihat boros akan konsumsi minyak bumi. Memang negara kita mempunyai penduduk yang banyak, kurang lebih 230 juta jiwa, mempunyai wilayah yang secara geografis hampir sebesar benua eropa dan Amerika serikat, tetapi bila konsumsi ini tidak dapat ditahan, maka sudah pasti Indonesia akan menjadi negara terboros dan terkonsumtif akan minyak bumi di dunia (saat ini Amreika serikat). Perlu diingat bahwa keborosan dan konsumtif ini dipicu oleh BBM yang terus disubsidi oleh pemerintah, sehingga rakyat Indonesia tidak berpikir untuk menghemat, beralih ke energi lain, dan bahkan mau membangun energi alternatif lain. Bukanlah tidak mungkin bila nantinya kita termasuk negara terboros dan terkonsumtif di dunia.

Tabel 2. Konsumsi minyak bumi tahun 2003 dan pertambahan konsumsi beberapa negara.

Pada tabel 2, diperkirakan angka pertumbuhan konsumsi di Indonesia sebesar +51% pada jangka waktu 10 tahun mendatang. Angka sebesar tersebut sama dengan negara-negara kaya minyak bumi seperti Arab saudi +41%. Angka petumbuhan konsumsi tersebut juga sangat besar untuk negara-negara yang masih berkembang seperti Malaysia +52%, negara yang sedang gencar-gencarnya membangun seperti Cina +88% dan India +77%. Tetapi sebaliknya, pada negara-negara yang sudah berkembang, dimana mereka sudah mengerti akan kelangkaan minyak bumi, mereka tahu akan butuhnya energi alternatif, dan mereka mengerti akan kehematan, prediksi perkembangan konsumsi di negara-negara tersebut relatif menunjukkan angka negatif, seperti pada Jerman -8%, Italia -1%, Inggris -6% dan Rusia -29% (tabel 2).