Kenapa harga minyak naik terus?

Pertanyaan ini sering kali muncul saat ini, mengapa naik terus yah?

Ada yang bilang, karena spekulan pasar, ada yg bilang karena produksi terus turun, ada yang bilang karena konsumsi naik..

Coba kita lihat kebelakang dulu.. Di Indonesia saja, jumlah kendaraan bermotor tiap harinya terus bertambah.. Ada yang punya mobil dan motor lebih dari satu.. Begitu banyak produk-produk otomotif yang terjual.. Kita lihat SPBU begitu ramainya, seakan-akan BBM tidak akan pernah habis..

Masyarakat tidak tahu, atau tidak mau tahu kalau Minyak di Bumi ini akan habis.. Keinginan masyarakat untuk tetap memakai kendaraan begitu tingginya.. Mobil-mobil dengan konsumsi BBM boros pun lebih menjamur dari pada mobil-mobil hemat energi.. Alasannya, mobil-mobil tersebut lebih fungsional..

Bagaimana dengan angkutan umum? Coba kita lihat, tidak banyak angkutan umum yang full terisi, memang pada jam pergi dan pulang kantor, beberapa angkutan padat, tetapi apakah setiap jamnya selalu begitu? Orang lebih milih memakai kendaraan pribadi dari pada kendaraan umum.. Suatu fenomena yang sangat kurang baik..

Pemerintah sendiri tidak dapat menggalakkan pemakaian angkutan umum.. Pemerintah seolah-olah membiarkan mobil-mobil berBBM boros berkeliaran.. Akan kah baiknya kalau kita melihat negara berkembang seperti eropa, dimana mobil-mobil kecil lebih banyak, serta penerapan mesin diesel, sebagai mobil yang lebih hemat dan rendah emisi..

Langkah pemerintah menaikkan harga BBM sudah cukup baik, karena bila tidak, negara ini akan terus terlena dengan murahnya BBM.. Coba kita hitung saja dengan matematika dasar..

1 barrel = 158.99 liter

1 barrel = US$ 132.68 (harga minyak mentah brent 20 juni 2008 )

Berapa per liter? 132.68 / 158.99 = US$ 0.834 per liter

Berarti berapa yah dalam rupiah per liter? 0.834 x Rp 9,287 (kurs BI 20 juni 2008 ) = Rp 7,745.39

Cukup masuk akal, pemerintah menaikkan harga BBM.. Selain itu agar pemerintah juga tidak merugi, dan subsidi BBM dapat ditekan.. Kenaikkan harga ini juga membuat kita tidak bergantung kepada BBM, tetapi ide-ide akan energi alternatif akan berkembang..

Selain konsumsi yang terus naik, produksi minyak juga tidak bisa mengimbangi konsumsi yang begitu melejit.. Terdapat defisit yang cukup dapat membuat harga melonjak dengan tinggi.. Perusahaan besar di minyak dan gas juga tidak dapat serta-merta menaikkan produksi.. Mereka harus tetap eksplorasi untuk dapat menggantikan cadangan yang mereka keluarkan dari perut bumi.. Perusahaan minyak dan gas besar saat ini lebih bersifat “main aman” dengan tidak banyak eksplorasi, tetapi mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.. Permainan saham, kepemilikan, dan usaha-usaha lain lebih menguntungkan dari pada eksplorasi..

Saat ini Indonesia masih mempunyai banyak potensi untuk eksplorasi di sektor minyak dan gas bumi.. Masih ada Indonesia bagian timur yang memiliki cekungan-cekungan yang mengandung hidrokarbon.. Sebagai negara yang sudah mengimpor minyaknya, serta keluarnya Indonesia dari OPEC, tidak mengurangi keinginan untuk mengeksplor minyak dan gas Indonesia.. Segala perbaikan dan kebijakan alangkah baiknya ditinjau kembali, agar memudahkan sektor minyak dan gas bumi untuk terus berkembang..

Berikut ini gambar yang saya ambil dari Kompas, 21 juni 2008.. Terlihat bahwa konsumsi dan produksi sudah tidak berimbang.. Ketidakseimbangan ini yang terus memicu harga minyak naik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: