Minyak di Celah Timor

Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman membicarakan mengenai status minyak bumi di daerah Timor. Membicarakan minyak di Timor, saya jadi teringat beberapa tulisan saya waktu jaman kuliah S1, saya liat-liat dan cari-cari lagi gambarnya, eh.. ketemu tuh..

Beberapa pertanyaan yang mengundang adalah, bagaimana status hidrokarbon yang terpendam di daerah Timor tersebut? dan yang paling penting adalah, bagaimana nasib Indonesia? karena celah Timor sepertinya sudah masuk Timor Leste..

Saya pun baru paham melihat gambar dibawah (dulu waktu ngerjain kuliah S1 gak merhatikan), dimana tertulis adanya zona ekonomi eksklusif timor timur, sedangkan di peta tersebut, timor timur sudah berlainan warna dengan timor barat di sebelahnya.. ditambah lagi adanya tulisan “Indonesia” disitu, sehingga memang itu lah wilayah kita.. berarti kuat adanya, kalau celah timor pun bukan punya Indonesia lagi..

tetapi kenapa kita tidak mengetahui ini? saya pun baru sadar, “oh yah, punya siapa yah?” dosen-dosen pun belum bisa banyak berkomentar.. jadi siapa yang bisa berkomentar? yang menjadi pertanyaan.. bukankah perjanjian “joint petroleum development” tersebut dengan pihak Indonesia? setelah Timor Leste bukan bagian dari Indonesia, daerah celah timor tersebut makin gampang di udek-udek sama Australia yah..

padahal kalau kita lihat, daerah tersebut cukup potensial sebagai penghasil hidrokarbon.. dari gambar dibawah, beberapa sumur sudah produksi sampai 5000 barel minyak per hari.. hmm.. cukup menggiurkan dizaman minyak mahal gini.. mungkin kita perlu lebih giat mencari di daerah tersebut..

oke! kita tinggalkan mengenai politik minyak di Timor leste.. mungkin memang daerah tersebut ikut lepas bersama Timor timur.. sekarang kenapa kita gak lihat daerah disebelah-sebelahnya.. daerah tersebut sudah cukup terbukti banyak pemboran hidrokarbon.. daerah tersebut dari segi geologi merupakan daerah yang mempunyai sistem petroleum yang baik.. mungkin dulu tidak begitu prospek karena harga minyak murah, dan daerah ini termasuk remote area, tetapi dizaman sekarang, apalagi pemerintah mau menggalakkan pemboran minyak, kenapa gak kita coba lagi.. tinggal kita giatkan pemboran didaerah tersebut.. mungkin perusahaan minyak dan investor kita ajak untuk melihat daerah tersebut..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: