Produksi vs Konsumsi Indonesia dengan Negara lain

Cape juga tiap kali kita baca di internet, media cetak, buku, dll mengenai harga minyak bumi yang terusmenerus semakin melejit.. Saya coba ambil dari sudut pandang lain, berupa konsumsi negara Indonesia, di bandingkan dengan negara lain.. apakah Indonesia termasuk boros? atau termasuk hemat? atau cukup baikbaik saja, dan memang krisis energi sudah waktunya???

Dahulu Indonesia merupakan bagian dari negara OPEC (gabungan negara penghasil minyak bumi di dunia) dimana Indonesia berperan sebagai pengekspor minyak bumi ke negara-negara lain. Produksi minyak bumi di Indonesia sempat mencapai 1.5 juta barel pada pertengahan tahun 90an. Pada saat itu konsumsi minyak bumi di Indonesia hanyalah 800 ribu barel. Terlihat bahwa Indonesia masih menyimpan banyak sisa minyak bumi, sehingga masih terdapat ekspor minyak bumi Indonesia yang sangat menguntungkan.

Gambar 1. Kurva produksi dan konsumsi minyak bumi di Indonesia telah bertemu.

Seiring tumbuhnya konsumsi minyak bumi di Indonesia, dengan rata-rata kenaikan konsumsi 3.2 % / tahun (perhitungan saya) dari tahun 1975 sampai 2002, maka konsumsi minyak bumi ini sudah tidak dapat dipenuhi oleh produksi minyak bumi Indonesia. Pada tahun 2004, Indonesia telah menjadi negara yang mengimpor minyak bumi untuk kebutuhan dalam negeri. Pada kurva tersebut terlihat bahwa garis produksi dan konsumsi telah bertemu, sehingga jumlah produksi yang terus menurun, tidak dapat lagi memenuhi permintaan konsumsi yang terus naik (gambar 1). Produksi minyak bumi akan terus menurun, karena fakta bahwa minyak bumi menjadi suatu yang langka setelah adanya peak oil, memang benar terjadi. Kita lihat pada gambar 2, dimana kurva produksi minyak bumi di Indonesia terus menurun. Dari tahun 1994-1998 dengan produksi masih diatas 1.5 juta barel, menurun tajam pada tahun berikutnya, sehingga pada tahun 2005 sudah menjadi 1 juta barel saja. Pada tahun 2007, produksi minyak bumi di Indonesia hanya 950 ribu barel.

Gambar 2. Kurva produksi minyak bumi di Indonesia yang terus menurun dari tahun ke tahun.

Pada tabel 1, kita dapat melihat produksi minyak bumi beberapa Negara, dimana Indonesia diperkirakan peak pada tahun 1996, pada saat itu produksi minyak bumi di Indonesia sampai 1.55 juta barel. Setelah tahun tersebut, produksi minyak bumi di Indonesia tidak pernah mencapai angka tersebut lagi, terlihat bahwa pada 2006 produksi minyak bumi di Indonesia hanya mencapai 1.02 juta barel. Diperhitungkan bahwa angka penurunan produksi minyak bumi di Indonesia semenjak peak sebesar 0.53. Produksi minyak bumi kita cukup besar dibandingkan negara lain kecuali Amerika, Inggris, Norwegia dan Meksiko. Peak oil kita juga cukup cepat dibandingkan negara-negara tersebut, begitu juga dengan angka penurunan produksi. Kemungkinan hal ini dikarenakan tidak adanya penemuan baru di Indonesia, sehingga produksi minyak bumi hanya mengandalkan sumur-sumur lama yang diperbaiki cara produksinya. Alangkah baiknya apabila eksplorasi kembali diperbaiki, membuka wilayah baru, dan menggeser arah menuju Indonesia bagian timur.

Tabel 1. Produksi minyak bumi pada saat peak, tahun peak dan produksi tahun 2006 beberapa negara.

Pada gambar 3, kita dapat melihat produksi minyak bumi di Indonesia dibandingkan negara penghasil minyak bumi yang lain yang tergabung dalam OPEC. Indonesia telah menjadi bagian dari negara-negara tersebut. Pada gambar tersebut diberitakan bahwa produksi minyak bumi di Indonesia pada tahun 2006 hanya 0.9 juta barel. Indonesia termasuk yang kedua dari bawah dalam hal besarnya produksi minyak bumi.

Pada tabel 2, kita dapat melihat konsumsi minyak bumi negara-negara pada tahun 2003. Indonesia cukup mengejutkan mempunyai konsumsi minyak bumi sebesar 1.155 juta barel. Bila kita bandingkan dengan tabel 1 atau gambar 3, berarti produksi dan konsumsi sudah tidak imbang. Negara kita mempunyai konsumsi yang lebih besar dari produksinya. Berarti semakin benar adanya peak oil dan net importer di Indonesia. Bila kita bandingkan dengan negara lain, Indonesia adalah negara yang cukup boros. Bila kita bandingkan, konsumsi minyak bumi di Indonesia mendekati negara-negara yang sangat kaya minyak. Konsumsi 2003 (tabel 2) di Indonesia 1.155 juta barel berbanding dengan Saudi Arabia 1.514 juta barel, Iran 1.425 juta barel, dan Inggris 1.722 juta barel. Dari angka-angka tersebut, seakan-akan produksi minyak bumi di Indonesia menyaingi negara-negara kaya minyak tersebut. Padahal produksi 2006 (gambar 3) di Indonesia hanya mencapai 0.9 juta barel berbanding dengan Arab Saudi 9.2 juta barel dan Iran 3.8 juta barel.

Bila kita bandingkan lagi dengan negara-negara berkembang seperti negara tetangga kita Malaysia, yang juga berproduksi dan punya konsumsi yang berkembang, mereka masih bisa menyimpan hasil produksi minyak buminya. Hal ini dapat kita lihat dari tabel 1, dimana produksi minyak bumi di Malaysia pada tahun 2006 mencapai 0.68 juta barel, sedangkan konsumsi minyak bumi di Malaysia mencapai 0.51 juta barel (tabel 2).

Gambar 3. Produksi minyak bumi tahun 2006 negara-negara OPEC.

Dalam hal ini, negara kita sangat terlihat boros akan konsumsi minyak bumi. Memang negara kita mempunyai penduduk yang banyak, kurang lebih 230 juta jiwa, mempunyai wilayah yang secara geografis hampir sebesar benua eropa dan Amerika serikat, tetapi bila konsumsi ini tidak dapat ditahan, maka sudah pasti Indonesia akan menjadi negara terboros dan terkonsumtif akan minyak bumi di dunia (saat ini Amreika serikat). Perlu diingat bahwa keborosan dan konsumtif ini dipicu oleh BBM yang terus disubsidi oleh pemerintah, sehingga rakyat Indonesia tidak berpikir untuk menghemat, beralih ke energi lain, dan bahkan mau membangun energi alternatif lain. Bukanlah tidak mungkin bila nantinya kita termasuk negara terboros dan terkonsumtif di dunia.

Tabel 2. Konsumsi minyak bumi tahun 2003 dan pertambahan konsumsi beberapa negara.

Pada tabel 2, diperkirakan angka pertumbuhan konsumsi di Indonesia sebesar +51% pada jangka waktu 10 tahun mendatang. Angka sebesar tersebut sama dengan negara-negara kaya minyak bumi seperti Arab saudi +41%. Angka petumbuhan konsumsi tersebut juga sangat besar untuk negara-negara yang masih berkembang seperti Malaysia +52%, negara yang sedang gencar-gencarnya membangun seperti Cina +88% dan India +77%. Tetapi sebaliknya, pada negara-negara yang sudah berkembang, dimana mereka sudah mengerti akan kelangkaan minyak bumi, mereka tahu akan butuhnya energi alternatif, dan mereka mengerti akan kehematan, prediksi perkembangan konsumsi di negara-negara tersebut relatif menunjukkan angka negatif, seperti pada Jerman -8%, Italia -1%, Inggris -6% dan Rusia -29% (tabel 2).

5 Responses to “Produksi vs Konsumsi Indonesia dengan Negara lain”

  1. Rafki RS Says:

    Konsumsi berlebihanlah yang membuat ekonomi negara ini terpuruk sedemikian dalam. Salam kenal Pak.

  2. bergas Says:

    tolong cantumkan sumbernya ya pak biar datanya valid

  3. ibrahimlubis Says:

    sumber, sudah ada dimasing2 gambar.. kalau gambar yg tidak ada sumber, berarti saya ambil dari perusahaan.. kalau tulisan, murni analisa saya sendiri, plus bekas2 kuliah S2 ekonomi migas…

  4. Lagi-lagi Boros Energi! « Ibrahimlubis’s Weblog Says:

    […] Lagi-lagi Boros Energi! By ibrahimlubis Baca kompas beberapa hari lalu (minggu ke-3 April 2009), ada artikel mengenai pemborosan energi. Lagi-lagi pemborosan energi,  YA! Kenapa??? karena Indonesia memang negara yang sangat boros akan energi. Lihat tulisan saya sebelumnya. […]

  5. Syahrir Ridha Says:

    Yah begitulah….Produksi melulu, tapi untuk kebutuhan explorasi diabaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: