Biofuel vs Bahan Pangan

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah membaca di surat kabar, bahwa biodiesel mendapat kecaman dari beberapa pihak di eropa, karena diperkirakan membuat hutan dunia gundul (berkurang). Aktifitas ini dikarena ramainya kegiatan pengambilan sawit dan produk agriculture lain untuk kepentingan pembuatan energi alternatif biofuel. Hal ini sangat bertolak belakang dengan orang-orang yang bergerak di bidang energi, karena dapat menghambat perkembangan dunia energi terutama untuk energi alternatif.

Pemanfaatan biodiesel juga memberikan dampak, bahwa harga minyak sayur (agriculture) terjadi lonjakkan karena kebutuhan yang meningkat. Sesuai dengan prinsip dalam ekonomi, dimana permintaan naik, tetapi penawaran tetap, sehingga harga minyak sayur (agriculture) terikut dampak kenaikan harga.

source: Total Professor Associate

Saat ini, harga minyak sayur (agriculture) mencapai Rp 10000-15000 per liter (info yang saya dapat dari surat kabar) berbanding dengan harga solar subsidi Rp 5500 per liter. Beberapa waktu yang lalu informasi ini saya dapatkan dari surat kabar, bahwa Pertamina sudah tidak dapat mengembangkan dan memakai kadar minyak sayur (agriculture) karena harga per liter minyak sayur (agriculture) tidak dapat menutupi harga produksi dan harga jual solar subsidi. Saat pertama kali biodiesel diperkenalkan di Indonesia, kadar bio mencapai 5%, sisanya 95% adalah solar murni. Kemudian Pertamina menurunkan kadar bio dalam biodiesel menjadi 2.5% karena harga minyak sayur (agriculture) naik. Beberapa saat yang lalu, Pertamina kembali menurunkan kadar bio menjadi hanya 1% dalam produk biodiesel. Hal ini dikarenakan tidak tertutupnya biaya produksi biodiesel dan Pertamina tidak dapat membayar harga minyak sayur (agriculture) yang mencapai Rp 10000-15000 per liternya. Semua ini karena masih disubsidinya harga solar di Indonesia, sehingga tidak bisa berkompetisi dengan energi alternatif.

source: Total Professor Associate

Mahalnya pembuatan biodiesel mencapai 120 dollar AS / barel (info gambar diatas) membuat Indonesia tidak dapat berkompetisi dalam harga jual kembali. Dilain pihak, biodiesel akan terus berkembang, terlihat oleh adanya kenaikkan pemakaian dari tahun 2000 hingga 2005 sebesar 295% (info gambar diatas). Meskipun terjadi konflik dalam pemakaian karena dipakai sebagai BBM dan makanan sehingga ikut menaikkan harga minyak sayur (agriculture) karena demand yang semakin meningkat, akan tetapi biodiesel akan tetap menjadi salah satu sumber energi alternatif. Di Indonesia, agar dapat bersaing dengan energi lain, maka pemerintah perlu menaikkan harga BBM, agar biodiesel dapat tertutupi biaya produksinya sehingga % bio dalam biodiesel dapat dinaikkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: