Penurunan Harga Minyak Dunia

Menarik diikuti perkembangan harga minyak dunia saat ini.. Setalah bertubi-tubi naik hampir ratusan persen, seminggu ini, harga minyak dunia turun cukup drastis..

Saya kutip dari salah satu media, “Pada perdagangan Jumat (25/7/2008) di New York, minyak jenis light kembali turun 1,55 dolar ke level US$ 123,94 per barel. Harga sempat menyentuh US$ 122,50 per barel, yang merupakan terendah sejak 5 Juni. Sementara minyak jenis Brent turun hingga 1,47 dolar ke level US$ 124,97 per barel”.

Hal ini sangat mengejutkan, dimana tadinya ekonomi negara-negara dunia anjlok karena tingginya harga minyak dunia, tetapi saat ini ekonomi mulai stabil dikarenakan harga minyak dunia yang terus turun.. Kecendrungan yang ada adalah bahwa musim panas membutuhkan energi lebih, sehingga biasanya harga minayk dunia akan naik..

Penurunan ini tidak lain karena semakin sadarnya orang akan mahalnya harga minyak bumi.. Penurunan konsumsi akan minyak dunia merupakan pemicu turunnya harga minyak bumi.. Amerika Serikat sebagai negara terboros konsumsi minyak bumi, telah dapat menurunkan konsumsinya hampir 300.000 barel per hari. Berbagai negara di eropa juga mulai membatasi pemakaian BBM untuk negaranya.. Mahalnya harga minyak bumi, menuntut manusia untuk berpikir jernih, berpikir lebih maju, dan berpikir dewasa akan pentingnya minyak bumi di masa mendatang.. Mereka mencoba mengurangi konsumsi agar tidak tertekan harga minyak bumi yang mahal, dan segera beralih ke energi baru yang lebih ekonomis..

Kenaikkan produksi minyak bumi negara-negara OPEC juga memberikan titik cerah, dimana mereka dapat memenuhi tuntutan akan tingginya permintaan akan minyak bumi.. Beberapa lapangan produksi minyak bumi terus berkembang, dan terdapatnya sumber-sumber baru ekonomis, sehingga turut menurunkan harga minyak bumi.. Hal-hal tersebut diatas yang dapat memberikan perbaikan untuk harga minyak dunia.. Dengan harga minyak dunia yang turun dan relatif stabil, maka perekonomian di negara-negara akan membaik..

Bagaimana dengan Indonesia???

Saya kira tidak demikian.. Mengapa? karena kita dapat lihat, bahwa kota-kota besar semakin semeraut. Kemacetan, pemborosan energi, polusi, pemadaman listrik, ekonomi yang tidak menentu, membuat negara kita semakin boros akan energi.. Kita lihat saja dijalan, semakin banyak kendaraan bermotor, kendaraan pribadi terutama.. Kemacetan berjam-jam, berkilo-kilo meter.. Polusi udara yang semakin menjadi.. Serta krisis energi listrik.. Merupakan contoh-contoh pemborosan energi..

Sekiranya pemerintah dapat lebih berperan aktif dalam memerangi pemborosan energi ini.. Seperti menggalakkan transportasi umum.. Menaikkan harga BBM ke harga jual pasar, sehingga orang sadar akan pentingnya BBM.. Memberikan pajak kendaraan bermotor berdasarkan gas buangnya.. Memberikan harga lebih tinggi ke pemakai listrik, dan masih banyak lagi..

diatas merupakan kemacetan yang terjadi di jalan-jalan Jakarta, di sebalah kanan, merupakan rambu-rambu bengkel uji emisi. Sekiranya uji emisi lebih dapat digalakkan untuk memberikan pajak yang sesuai dengan gas emisi masing-masing kendaraan. Dengan membaiknya emisi kendaraan, sehingga kendaraan yang tidak lulus uji emisi, tidak dapat memperpanjang pajak kendaraannya. Membaiknya emisi kendaraan, membuat kendaraan boros BBM akan berkurang. Nantinya, kita dapat mencontoh negara-negara eropa, dimana tekanan gas emisi kendaraan akan mengurangi konmsumsi BBM negaranya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: