Candi di Indonesia?

Belajar geologi sejarah dengan berjalan-jalan sepertinya lebih menyenangkan dari pada cuma lihat-lihat teori dari dosen-dosen.. Berikut ceritanya.. Beberapa bulan yang lalu, saya dengan tidak sengaja, jalan-jalan ke beberapa candi di Jawa Tengah.. Sudah lama sekali rasanya tidak kesana.. Pas musim liburan juga, dimana penuh sesak orang.. Terakhir jalan-jalan, mungkin masih SMA, belum mengerti apa-apa..

Setelah melihat-lihat, muncul berbagai ide yang terbesit dalam pikiran saya.. Mengapa candi-candi tersebut dapat berdiri disana? Bagaimana batuannya? Bagaiman kekuatan batuannya? Bagaimana sejarah peradabannya?

Saya pun mengingat perkataan dosen saya sewaktu mengambil kuliah, ada seorang Prof yang mengajar saya di geologi bertanya ke kami (mahasiswa), “mengapa candi-candi di Indonesia, terdiri dari batuan berwarna hitam, yang notabene merupakan produk vulkanik?”

Kami hanya terdiam, merenung, “oh iya yah.. kenapa?” mungkin muncul pikiran, bahwa Indonesia merupakan jalur pegunungan “ring of fire”, dimana gunung-gunung api aktif dan pasif berada di sepanjang pulau.. Kemudian dosen pun berkata, bahwa memang di Indonesia, batuannya lebih mengarah ke vulkanik, tetapi intinya, jauh sebelum adanya ilmu geologi, masyarakat di Indonesia sudah dapat memilih dengan baik, bahan-bahan batuan apa yangdapat dipakai, kuat, tidak mudah runtuh, dsbnya..

Kalau kita bandingkan dengan peninggalan sejarah di eropa, timur tengah, maka disana batuan berwarna kekuningan, alias sedimen, lebih banyak dipakai.. mungkin pertimbangan bahwa disana batuan tersebut cukup keras, dan tidak terlalu banyak sumber vulkanik yang dapat dipakai..

Sedih memang melihat candi-candi yang ada tersebut.. Saya pikir kurang sekali pemeliharaan.. Padahal, situs-situs sejarah tersebut sangat indah untuk di kunjungi.. Mungkin seorang geolog bisa membantu memberikan penjelasan yang lebih detail, atau teman-teman geolog lain punya ide???

Gambar diatas merupakan candi Sukuh.. Bentuk bangunan candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru. Struktur ini juga mengingatkan para pengunjung akan bentuk-bentuk piramida di Mesir.

Gambar diatas merupakan salah satu relief pada candi Sukuh.. Terdapat tulisan sangsekerta di bagian kiri atas, yang merupakan cerita dari relief tersebut.. Batuannya agak berwarna kemerahan, karena kandungan batuannya cenderung ke arah andesitik..

pada bangunan candi, tanahnya seperti gambar diatas.. Sepertinya pelapukan yang cukup kuat.. Ditambah kekeringan di daerah sekitarnya.. apakah bisa berdampak pada kekuatan bangunan candi tersebut?

hmm.. mungkin masih banyak yang bisa di pelajari.. masih banyak pembahasan yg kurang.. kalau ada yg mau tambahin, silahkan, monggo saja..

2 Responses to “Candi di Indonesia?”

  1. kartika Says:

    Tulisannya sdh bagus, cuman kenapa pada tulisan diatas tidak terdapat keterangan baik pada gambar maupun tulisan, kapan candi tersebut dibangun dan oleh siapa. Karena yang saya baca cuman bahan yang digunakan untuk pembuatan candi, akan tetapi tidak ada keterangannya tuh. Misalnya candi sukuh tadi, pada tahun berapa didirikan & pada masa atau raja siapa yg mendirikan, serta candi sukuh itu terletak didaerah mana, tidak ada keterangan demikian. Tolong dilengkapi ya, makasih.

    • ibrahimlubis Says:

      terima kasih,

      mengenai sejarah lebih detail, saya juga tidak ahli, makanya saya lebih membahas batunya, karena berhubungan sedikit dengan ilmu saya geologi.

      untuk detail sejarah bisa search di google dan wikipedia. salam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: