Keluar dari OPEC, minyak sempat turun kurang dari US$100

Indonesia akhirnya resmi keluar dari OPEC (organisasi negara pengekspor minyak) setelah dikabulkan saat sidang OPEC di Wina.. Mengutip dari AFP, Rabu (10/9/2008) “OPEC dengan berat hati mengabulkan keinginan Indonesia untuk menghentikan sementara keanggotaan penuh di organisasi ini”..

Keluarnya Indonesia dikarenakan minyak di Indonesia sudah tidak lagi di ekspor.. Indonesia telah menjadi importir minyak.. Impor ini dikarenakan kebutuhan dalam negeri Indonesia yang tidak lagi dapat terpenuhi.. Saat ini Indonesia memproduksi minyak sebesar kurang lebih 950.000 barel per hari, sedangkan konsumsi Indonesia sebesar kurang lebih 1.300.000 barel per hari..

Terus turunnya produksi minyak dalam negeri dikarenakan lapangan-lapangan produksi minyak bumi di Indonesia yang sudah tua (mature field).. Minimnya eksplorasi, minimnya lapangan baru, dan sedikitnya giant oil filed di Indonesia, sehingga sedikit minyak yang dapat diambil dari dalam bumi kita.. IAGI (ikatan ahli geologi Indonesia) beberapa waktu lalu memberikan peta cekungan terbaru.. Hal ini berkaitan dengan upaya menaikkan eksplorasi migas di Indonesia.. Berkembangnya cekungan di Indonesia bukan lain karena semakin potensialnya migas di Indonesia..

Pada saat yang bersamaan, harga minyak mentah sempat turun sampai kurang dari US$ 100.. Selasa (9/9/2008) di London, minyak jenis Brent untuk pertama kalinya merosot hingga US$ 99,04 per barel.. Harga minyak menembus level tertingginya di US$ 147 per barel pada 11 Juni lalu, namun selanjutnya turun karena berbagai faktor seperti apresiasi dolar AS..

Penurunan harga ini diperkirakan karena lemahnya perekonomian diberbagai negara di dunia.. Penurunan konsumsi di berbagai negara juga memicu terjadinya oversupply minyak bumi.. Negara-negara OPEC menginginkan penurunan produksi sebesar 520.000 barel per hari.. Penurunan ini menjadi kontroversi karena negara-negara Arab menginginkan harga pasar minyak dunia tetap diatas US$ 100 per barel, sedangkan beberapa negara menginginkan dibawah US$100..

Bagaimana dengan Indonesia?? Saya kira semakin rendahnya harga minyak bumi, semakin menguntungkan pemerintah Indonesia, karena beban subsidi yang berkurang.. Rasanya harga US$ 100 per barel sudah cukup untuk Indonesia.. Selain tidak terlalu membebani pemerintah, eksplorasi dan produksi minyak di Indonesia tetap dapat berjalan sedemikin rupa.. Jadi tidak ada yang merasa dirugikan dengan harga tersebut.. Tinggal bagaimana kita menurunkan konsumsi energi tidak terbarukan ini..

One Response to “Keluar dari OPEC, minyak sempat turun kurang dari US$100”

  1. btyop Says:

    hemat2 energi bisa dengan kemana-mana naik sepeda, tapi rasanya tidak di semua kota bisa dengan mudah naik sepeda kemana-mana (misalnya jakarta).

    padahal di luar negeri udah banyak penelitian mengenai sumber daya energi lain seperti hidrogren dan sudah ada pom isi ulangnya walau masih sedikit. tampak Indonesia masih ketinggalan jauh soal yg beginian, duitnya kebanyakan dikorupsi, bukan buat penelitian sih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: