Reduksi Emisi CO2 dengan Capture dan Storage

Reduksi emisi gas karbon dioksida (CO2) ternyata banyak manfaatnya. Secara kesehatan, reduksi ini berguna menyegarkan udara yang kita hirup, membuat kita lebih bebas dan sehat menghirup udara terutama di perkotaan. Pada gambar 1, Indonesia sudah cukup meyumbang CO2 yang cukup besar kepada dunia.

Secara ekonomi, ternyata juga menguntungkan, karena pengurangan emisi gas tersebut menuntut berbagai produsen atau pabrik yang mengeluarkan CO2, memproduksi sebuah barang atau benda yang bisa menekan emisi gas tersebut. Dampak nya apa? bahwa produk tersebut ternyata meningkatkan mutu dan daya tahan barang. Mengapa demikian? karena pabrik tersebut terpaksa menggunakan teknologi baru dan ramah lingkungan, sehingga produk yang dihasilkan lebih bermutu dengan teknologi terkini.

Picture2gambar 1. Emisi CO2 dunia pada tahun 2005

Pada kendaraan bermotor yang telah berstandarisasi EURO 2, maka gas pembuangan kendaraan akan memenuhi batas CO2 yang diberikan. Hasilnya adalah pembakaran yang lebih baik, sehingga konsumsi bahan bakar kendaraan lebih irit dari sebelum EURO 2.

Emisi CO2 terbesar adalah dari sektor energi (pembangkit listrik) dan transportasi. Bila dalam sektor transportasi salah satunya dengan pembatasan gas buang, dalam sektor pembangkit listrik bisa dengan menggunakan energi alternatif. CO2 tersebut juga dapat digunakan untuk menambah produksi energi. Jadi pembatasan emisi gas buang sangatlah menguntungkan. Coba kita lihat lagi untuk sektor industri, dan sektor geologi (gambar 2).

Mengutip dari harian cetak Kompas (minggu pertama Mei 2009), terdapat sebuah perusahaan pemurnian karbon dioksida dari gas pembuangan pabrik di daerah Cilegon. Perusahaan tersebut beroperasi dengan menghasilkan karbon dioksida cair 3 ton per jam yang diambil dari CO2 PT Krakatau Steel. Menurut perusahaan tersebut, sebanyak 72 ton CO2 per hari langsung habis diserap pasar. Hasil pemurnian CO2 tersebut dipakai untuk proses pengawetan makanan, ikan, industri pengelasan, minuman ringan, hingga fumigasi. Selain dari pada itu, pemurnian CO2 juga dipakai untuk dijual dengan mekanisme pembangunan berih, dengan sertifikat pengurangan emisi per tonnya mencapai 10 euro.

Picture1

gambar 2. reduksi emisi CO2 dimanfaatkan dalam geologi.

Dalam halnya capture dan storage, skema ini dapat dipakai untuk menambah produksi minyak dan gas bumi, serta pada coal bed methane (CBM). Cara ini dipakai untuk enhanced oil recovery (EOR) yang membantu minyak dapat naik dari reservoir ke permukaan untuk di produksi (gambar 3). Dalam hal ini CO2 yang di tangkap (capture) dari berbagai tempat, seperti pabrik, di injeksikan kedalam reservoir melalui suatu lubang pemboran, kemudian pada sisi lubang pemboran lain minyak di produksi. Reservoir minyak dan gas bumi yang membentuk antiklin (depleted) juga dapat menjadi tempat yang baik untuk meyimpan CO2 ini. CO2 akan tersimpan dengan baik karena tertahan oleh batuan penutup (seal rock).

Picture20

gambar 3. beberapa metoda EOR.

Penggunaan lain adalah untuk membantu memproduksi CBM, metodanya sama seperti minyak, hanya saja kali ini pada lapisan batubara. CO2 tersebut juga dapat disimpan pada lapisan batubara yang tidak ditambang. Dalam hal ini, batubara tersebut kemungkinan memiliki kedalaman yang cukup dalam, sehingga kurang ekonomis untuk dikerjakan (gambar 2).

Penyimpanan CO2 lain adalah dengan menginjeksikannya kedalam akuifer di darat dan di laut (gambar 4).

gainen

gambar 4. skema penyimpanan CO2 pada akuifer.

Mineralisasi dengan bantuan CO2, dapat memberikan karbonisasi pada mineral yang berguna untuk kehidupan. Sebagai contoh pada gambar 5 dibawah adalah pencampuran batuan dengan CO2 menghasilkan mineral magnesit dan silika karbonat yang berguna. Produk lainnya adalah serpentinit dan dunit, seperti Ni, Co, Cr, Fe dan Mn.

Picture33

gambar 5. penggunaan CO2 pada mineral.

Pada gambar 6 dibawah ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan CO2 dalam rangka capture dan storage berguna untuk produksi migas, CBM, mineral, dan membantu mengurangi CO2 dengan menyimpannya di formasi geologi. CO2 didapatkan dari berbagai pabrik, pembangkit listrik, dan pabrik petrokimia. Nantinya CO2 ini akan menjadi siklus yang baik, dengan dimanfaatkannya lagi hasil pengolahan tersebut menjadi berbagai komoditas mineral, industri, dan membantu produksi migas.

Picture3gambar 6. skema reduksi CO2 dengan capture dan storage.

Sebenarnya dimana potensi pengembangan ini bisa diterapkan di Indonesia?

Picture4

6 Responses to “Reduksi Emisi CO2 dengan Capture dan Storage”

  1. Fuadi Says:

    Hallo Iim mantap tuh skrg rajin nulis yaa.. Sorry gw ga bs banyak bantu masalah CCS . Lastly lagi menggila tugas2 ampe summer holiday ni.

    Hmm tulisan diatas menarik.. Tp apakah pernah coba liat evaluasi utk CCS ini butuh tambahan input berapa persen dari energi input (yang sayangnya kmungkinan dari fossil fuels lagi).nambah entrophy kan pastinya. Trus pasti menarik kalo liat additinal cost yg ada, CCS akan applicable saat harga minyak berapa USD/barrel?

    Skrg ini menarik liat fenomena, saat harga minyak merangkak naik, org bukannya shifting ke renewables tp malah justru advance tetap ke arah fossil fuels spt dengan install CCS, malah skrg minyak di North Sea udah mulai diexplore (dulu ga akan diexplore kalau harga minyak krg dari 50 USD/barrel).. Jadi sampai kapan kita masi rely on ama fossil fuels?

    Jgn resisten yaa bro, ini hanya opini pribadi. Terus berkarya .. Mantaph, bagus tulisan lo.. Two thumbs up..

    • ibrahimlubis Says:

      makasih bang, yah tulisan ini cuma utk mengenalkan ke temen2, dan orang2 indo, biar mereka agak melihat keluar dr fosil fuel juga…

      masalahnya cuma sekarang fosil fuel di indo murah, subsidi melulu, makanya semuanya di compare sama energy yang habis itu…

      sukses studinya bang…

  2. Gani Irfan .ST Says:

    Saya tertarik dengan rubuk ini dan punya ide bagaimana cara mengolah gas buang CO2 untuk di recovery menjadi produk yang SEHAT dan SEHAT

  3. Gani Irfan .ST Says:

    Saya tertarik dengan rubrik ini dan punya ide bagaimana cara mengolah gas buang CO2 yang telah merusak rumah kaca untuk di recovery menjadi produk yang SEHAT dan BERMANFAAT bagi kehidupan manusia tetapi karena saya tidak memahami teknologinya tolong bantuan nya untuk mendisain proses flow diagram mini plant CO2 menjadi produk makanan dan minuman.Terimakasih

  4. Tri Hardiyanto Says:

    sangat menarik, bisakah digambarkan proses pemurnian CO2 Cair yang dikembangkan oleh PT RMI dan berapa investasinya. japri ke email : Tri.ksgroup@gmail.com

    Tri Hardiyanto

  5. cleaning service Says:

    terima kasih atas informasi yang telah di berikan pada alamat web ini, sangat bermanfaat bagi saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: