Produksi Migas dengan Pemerintahan Baru

Ayooooo mari bergiat menambah produksi migas…

Kenapa saya tulis begini? karena prediksi-prediksi terbaru memberikan gambaran produksi migas kita akan terus terjun bebas, bila tidak ada penemuan baru, maka saya ingin memotifasi kepada rekan-rekan sekalian agar terus berjuang untuk menambah produksi migas kita…

5197_1115286934468_1595792693_30272999_5807254_n

Berbagai cara telah dilakukan, dari segi pemerintahan adalah dengan terus menawarkan blok-blok migas dan mempermudah cara-cara tender. Kemudian berbagai instansi juga membantu dengan menerbitkan peta prospek dan cekungan sedimen.

Hampir tiap tahun peta tersebut di update, kita bisa lihat berbagai versi telah terbit, coba buka BP Migas, Ditjen Migas, Lemigas, Universitas, serta lembaga-lembaga lain. Termasuk di tempat saya Badan Geologi, melalui pusat surveinya, telah mengeluarkan peta cekungan sedimen dengan cekungan lebih dari 100 (tepatnya 128 cekungan sedimen). Angka yang cukup fantastis, melihat selama ini kita berkutat dengan sekitar 60an cekungan.

5197_1115287854491_1595792693_30273009_251347_n

Point pentingnya adalah bagaimana kita mengeksplor cekungan-cekungan tersebut… Disaat sekarang, isu neoliberalisme sering sekali muncul, tetapi apa yang bisa kita lakukan? Sebaiknya isu-isu tersebut hendaknya sedikit diredam, karena perusahaan swasta telah banyak membantu kita (pemerintah Indonesia) untuk mengeluarkan hasil bumi kita.

Disini lah pentingnya peran pemerintah, dimana tetap yang jadi bos adalah kita! Kita lah bos dinegara sendiri… Bukan kita sekedar jadi pembantu, pembantu asing di negara sendiri!

Bagaimana caranya? yah lebih cepat lebih baik mengganti seluruh pucuk pimpinan perusahaan swasta dengan tenaga lokal. Informasi yang saya dapat, ada perusahaan migas asing yang sudah mulai ketar-ketir kebingungan jualan dan kontraknya dipersulit, ini bukan lain karena ingin melokalisasi semua pucuk pimpinan dari warga asing, menjadi warga lokal. Toh orang Indonesia sangat mampu menjadi bos di negeri sendiri…

Lihatlah negara-negara tetangga kita, sudah menjadi tuan di negeri sendiri. Saya dengar di Thailand, disana perusahaan asing boleh saja masuk dan mengambil isi perut bumi, tapi mereka mengharuskan mendidik tenaga lokal menjadi bos untuk perusahaan tersebut. Dalam jangka waktu beberapa tahun, hampir seluruh pucuk pimpinan perusahaan swasta asing di Thailand, wajib diduduki warga lokal yang telah dididik tersebut. Suatu ketegasan dan kelugasan yang belum kita miliki di Indonesia…

Suatu bukti lain adalah “PTTEP owns 44.45 percent of the Bongkot field, with Total E&P Thailand, a unit of France’s Total”. Saya pikir langkah tersebut sangat baik, pemerintah Thailand mengharuskan perusahaan swasta, untuk share dengan perusahaan migas lokal. Mungkin Pertamina yang memiliki blok-blok strategis harus melakukan seperti ini. Bukan sekedar menjual blok dengan sistem PSC yang ada seperti sekarang ini…

Semoga saja pemerintah sekarang, dengan presdien yang diLANJUTkan, mempunyai kewenangan yang akan lebih baik… Ayo tambah produksi!!!

2 Responses to “Produksi Migas dengan Pemerintahan Baru”

  1. maman suherman Says:

    Terima kasih banyak atas infonya. Amat sangat setuju mendorong terus mnerus untuk meningkatkan produksi minyak dengan kemampuan putra-putri negeri sendiri. Dan terus mengingatkan pemerintah agar konsisten mensejahterakan rakyat dari sumber kekayaan yang ada di negeri sendiri.

    • ibrahimlubis Says:

      semoga saja kita dapat memenuhi kuota pemerintah, dengan mengangkat produksi minyak ke 1juta barel lagi.. saat ini kita masih diangka 900ribu barel..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: